Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Jelang Nataru Pemkot Adakan Pasar Murah Stabilkan Harga Pangan

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar pasar murah di sejumlah titik sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Dudi Mi’raz Imaduddin mengatakan, pada momen Nataru permintaan kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat dan berpotensi memicu inflasi.

“Pemerintah hadir lakukan intervensi harga tetap stabil. Pasar murah ada di 13 Kelurahan yang tersebar di lima Kecamatan,” kata Dudi, Kamis (27/11/2025).

Pasar murah ini pun menjadi agenda rutin karena menjelang hari besar, permintaan masyarakat terhadap komoditas pokok seperti beras, minyak, gula, dan telur mengalami peningkatan yang signifikan.

Dudi juga menegaskan, bahwa pasar murah ini menjadi wujud komitmen nyata Pemerintah untuk menjamin stabilitas harga dan ketersediaan pasokan kebutuhan bahan pokok.

Pasar murah Nataru tahun ini berlangsung di Kelurahan Cipayung, Cipayung Jaya, Bojong Pondok Terong, Bojongsari Baru, Curug, Cinangka, Kedaung, Sawangan, dan Pasir Putih, serta Kelurahan Limo, Grogol, Kemiri Muka, dan Kukusan.

“Sebanyak 1.625 paket sembako disiapkan, dengan masing-masing kelurahan menerima 125 paket untuk ditebus murah oleh warga. Harga paket yang semula Rp153.550—berisi 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kaleng sarden, dan 1 kg gula pasir—diturunkan menjadi Rp59.000,” ungkap Dudi.

Dudi menjelaskan, pasar murah menjadi instrumen pengendalian inflasi untuk membantu masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok secara layak.

Dudi pun mengapresiasi antusiasme masyarakat di lima kecamatan yang memanfaatkan pasar murah tersebut.

“Semoga pasar murah ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari,” tandasnya.

Menurutnya, lonjakan permintaan tanpa intervensi yang tepat berpotensi memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat, terutama bagi warga kurang mampu. Selain itu, dinamika ekonomi global dan perubahan pola konsumsi pun berpengaruh terhadap harga komoditas pangan. (**).