KotaBogor||Radarpost.id
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Jaminan Sosial (PFM Jamsos) Dinas Sosial Kota Bogor, R. Giri Maya Yudistira, menegaskan pentingnya pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan manajemen usaha bagi masyarakat rentan dan penyandang disabilitas.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam penanganan kemiskinan, dengan fokus pada peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama dua hari, 22–23 April 2026, di Balai Rakyat DPRD Kota Bogor, dan diikuti oleh 100 peserta dari kalangan masyarakat rentan dan disabilitas.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi praktis mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan keuangan sederhana, hingga strategi pemasaran yang aplikatif dan mudah diterapkan dalam usaha sehari-hari.
“Bantuan sosial tetap penting, namun harus diiringi dengan peningkatan keterampilan agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi,” ujar R. Giri Maya Yudistira.
Ia menambahkan, pendekatan pemberdayaan menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu berkembang secara berkelanjutan.
Usai kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu membawa bekal ilmu untuk diterapkan dalam mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, serta mendorong kemandirian ekonomi.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berkelanjutan, serta berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian keluarga.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari aspirasi pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Bogor yang diimplementasikan melalui program Dinas Sosial sebagai bentuk sinergi dalam menghadirkan program yang tepat sasaran.













