Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Kadisdik Kota Depok: Lepas FTBI Raih Prestasi di Tingkat Provinsi Jawa Barat

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok Siti Chaerijah Aurijah, S.Pd., MM. melepas kontingen Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang pendidikan SD yang akan mengikuti lomba tingkat Jawa Barat 2025.

Pelepasan berlangsung di Depok Open Space (DOS) kantor Balaikota Depok pada Rabu (8/10/2025) pagi.
Nampak hadir Kasi Kelembagaan, Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Depok H. Gunawan, Ketua rombongan Samsul Rizal dan jajarannya, para orang tua dan peserta lomba.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok Siti Chaerijah Aurijah, S.Pd., MM, mengatakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) bukan sekadar ajang lomba, tetapi merupakan gerakan kebudayaan yang hidup di lingkungan sekolah dan masyarakat, Dalam upaya tumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Bahasa Sunda.

“Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tapi merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya, bahasa daerah, dan penguatan karakter peserta didik,” kata Siti, usai melepas FTBI tingkat SD Kota Depok, Rabu (8/10/2025).

Siti mengungkapkan, sangat bangga dengan prestasi yang diberikan oleh para peserta FTBI. Ia juga mengapresiasi para guru dan orang tua yang akan mendampingi peserta hingga ada di tahap lomba tingkat provinsi.

“Mewakili pemerintah mengapresiasi untuk guru dan para orang tua yang menjadi pembimbing selama ini. Di era modernisasi ini, keberadaan bahasa daerah semakin terpinggirkan oleh dominasi bahasa asing dan bahasa nasional,” ucapnya.

Siti menjelaskan, FTBI adalah program strategis untuk membina dan melestarikan bahasa ibu, seperti Bahasa Sunda, yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa Barat.

“Karena itu, pelestarian bahasa ibu perlu terus digalakkan, khususnya di kalangan generasi muda, berharap kontingen Kota Depok tahun ini bisa kembali menunjukan performa terbaiknya di Jawa Barat dengan meraih juara,” harap dia.

“Depok moal Keok, Depok moal kapok, dan Alhamdulillah peserta kita ada yang dari medan tapi bisa bahasa Sunda, dan tentunya anak anak didik kita dari Depok semuanya,” ungkap Siti.

Ditempat yang sama Kasi Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan dan Peserta Disdik Sekolah Dasar H. Gunawan mengatakan, sebanyak 14 pelajar jenjang SD mewakili Kota Depok mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan dilaksanakan di Kota Bandung mulai dari 9 hingga 10 Oktober 2025.

Kota Depok maju ke tingkat Provinsi Jawa Barat, dengan tujuh mata lomba dengan kategori putra dan putri.

“Ada tujuh mata lomba yang dipertandingkan, yaitu borangan (ngabodor sorangan), membaca dan menulis aksara Sunda, pidato (biantara), menyanyikan pupuh (nembang pupuh), membaca sajak, menulis cerita pendek (carpon), dan mendongeng (ngadongeng),” ujar Gunawan.

“Menang atau tidak, mereka telah menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dan bahasa ibu yang sangat bernilai. Ini adalah langkah konkret menjaga warisan budaya di tengah arus globalisasi,” harap dia.

“Tujuan utamanya bukan hanya meraih prestasi, melainkan lebih pada aspek pedagogik yang berfokus pada pembentukan karakter anak melalui pelestarian bahasa Sunda,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan FTBI Depok Samsul Rizal menjelaskan, kegiatan ini merupakan lanjutan rangkaian kegiatan FTBI tingkat SD di 11 Kecamatan yang ada di Kota Depok.

“Yang hadir pada hari ini adalah juara-juara dari hasil seleksi tingkat kecamatan, yang diambil yang telah menjadi juara 1 setiap mata lomba dan masing-masing kategori,” ungkap dia.

Pada FTBI tingkat SD Kota Depok lanjut Samsul, menyeleksi sebanyak 3 juara dari setiap mata lomba dan kategori. Namun, yang akan berhak maju pada tingkat provinsi hanya juara 1.

“Yang akan mewakili tingkat provinsi, hanya juara 1 saja dari setiap mata lomba, atau sebanyak 14 peserta dengan katogori putra dan putri,” kata dia.

“Di tahun kemarin juga, Kota Depok di Jabar di Festifal Tunas Bahasa Ibu, sekolah berperan penting dalam efektifitas pelestarian bahasa Sunda. Salah satunya melalui proses pembelajaran di kelas yang berfokus pada pembentukan karakter siswa melalui pelestarian bahasa Sunda,” ucapnya. (**).