Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Kanteen & Co Hadir di Tebet, Usung Konsep Social Dining dan Ruang Nongkrong Anak Muda Jakarta

Transformasi ini dilakukan oleh manajemen TMG Hotel Tebet untuk menjawab perubahan gaya hidup masyarakat urban, khususnya kalangan Gen Z dan profesional muda yang membutuhkan ruang multifungsi untuk bekerja, berkumpul, hingga bersantai selepas aktivitas.(Istimewa).
banner 120x600

JAKARTA|| Radarpost.id

Restoran Kanteen yang berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, resmi bertransformasi menjadi Kanteen & Co. Perubahan tersebut tidak hanya menyangkut identitas nama, tetapi juga konsep ruang, sajian kuliner, hingga pendekatan pengalaman pengunjung yang kini lebih mengarah pada konsep social dining berbasis komunitas.

Transformasi ini dilakukan oleh manajemen TMG Hotel Tebet untuk menjawab perubahan gaya hidup masyarakat urban, khususnya kalangan Gen Z dan profesional muda yang membutuhkan ruang multifungsi untuk bekerja, berkumpul, hingga bersantai selepas aktivitas.

General Manager TMG Hotel Tebet, Darmilus Zulfahmi,(rr)

General Manager TMG Hotel Tebet, Darmilus Zulfahmi, mengatakan keberadaan Kanteen & Co. menjadi bagian penting dalam pengembangan identitas hotel yang masih tergolong baru di kawasan Jakarta Selatan.

“Kami ingin restoran ini bukan sekadar tempat makan hotel. Kanteen & Co. kami siapkan menjadi destinasi berkumpul untuk anak-anak muda, pekerja kantoran, sampai orang-orang yang terjebak macet di Jakarta dan membutuhkan tempat singgah yang nyaman,” ujar Darmilus, Kamis (7/5/2026).

Menurut dia, konsep awal restoran sebelumnya lebih mengarah pada sajian Nusantara. Namun, manajemen memutuskan melakukan perubahan konsep menjadi perpaduan Mediterranean dan casual western dining agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kalau hanya mengandalkan konsep Nusantara, persaingan di sekitar sini sudah sangat banyak. Kami tidak ingin tamu datang ke hotel tetapi menemukan menu yang serupa dengan tempat lain di luar. Karena itu kami ubah pendekatannya menjadi lebih modern dan mengikuti tren kuliner saat ini,” katanya.

Ia menambahkan, pemilihan nama Kanteen dengan penggunaan huruf “n” ganda sengaja dipertahankan karena ingin menghadirkan kesan yang lebih santai dan tidak terlalu formal layaknya restoran hotel pada umumnya.

“Kalau orang mendengar kata kantin, biasanya kesannya lebih santai, lebih akrab, dan harga juga terasa lebih terjangkau. Kami ingin membangun suasana seperti itu, tempat orang bisa datang untuk nongkrong, ngopi, atau bertemu teman tanpa merasa canggung masuk ke restoran hotel,” tuturnya.

Kanteen & Co. kini menghadirkan area makan dengan konsep lebih terbuka yang dilengkapi fasilitas board game, foosball, area smoking dan non-smoking, hingga ruang yang dapat digunakan untuk acara komunitas maupun intimate gathering.

Selain menyasar pengunjung umum, restoran tersebut juga mulai membuka ruang untuk kegiatan komunitas seperti acara nonton bersama, gathering, komunitas olahraga, hingga intimate wedding berskala kecil.

“Kami ingin tempat ini hidup. Ke depan kami akan banyak melibatkan komunitas, mulai dari komunitas lari, motor, musik, sampai kegiatan anak muda lainnya supaya Kanteen & Co. benar-benar menjadi ruang berkumpul,” kata Darmilus.

Dari sisi menu, Kanteen & Co. menghadirkan sekitar 23 pilihan makanan dengan perpaduan menu Indonesia, western, hingga sentuhan Timur Tengah. Beberapa menu andalan yang ditawarkan antara lain White Bait atau ikan teri goreng crispy, Jalapeño Vinaigrette Salad Bowl, Black Chili Madurese Duck Rice Bowl, Hell ‘A Chicken Burger, hingga Black Angus Sirloin Steak & Fries.

Untuk hidangan penutup, restoran tersebut menghadirkan Sticky Date Pudding dan Fruit Minestrone sebagai pilihan dessert.

Menurut Darmilus, sejumlah menu dirancang dengan pendekatan eksperimental untuk menghadirkan pengalaman rasa yang berbeda dibanding restoran pada umumnya.

“Kami ingin setiap makanan punya karakter. Jadi bukan hanya soal kenyang, tetapi ada pengalaman rasa yang membuat orang penasaran dan ingin kembali lagi,” ujarnya.

Ia mencontohkan beberapa menu yang dikembangkan dengan pendekatan fusion, seperti burger dengan roti berbahan beetroot alami tanpa pewarna tambahan, hingga olahan bebek Madura dengan racikan bumbu rempah dan sambal yang dikembangkan secara khusus.

“Kami mencoba menggabungkan unsur tradisional dengan pendekatan modern supaya tetap familiar di lidah, tetapi punya identitas rasa yang berbeda,” katanya.

Ia menambahkan, konsep restoran akan terus berkembang mengikuti tren dan kebutuhan pasar agar tidak kehilangan daya tarik di tengah persaingan industri kuliner Jakarta yang terus berubah.

“Kami tidak ingin berhenti di satu konsep saja. Industri kuliner harus terus bergerak mengikuti tren supaya pengunjung tidak merasa bosan,” tuturnya.

Kanteen & Co. berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, tidak jauh dari Mall Kota Kasablanka dan beroperasi setiap hari mulai pukul 10.30 hingga 22.00 WIB.