Depok || Radarpost.id
Sebanyak 480 personil gabungan bersiaga mengamankan aksi ratusan buruh Depok yang bergerak menuju Jakarta pada hari ini, Jumat 1 Mei 2026.
Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras, mengungkapkan 480 personil yang diturunkan ini terdiri dari Polri, TNI, Satpol-PP dan Dishub. Mereka dikerahkan guna memastikan peringatan Hari Buruh Nasional atau May Day yang berlangsung hari berjalan kondusif.
“Pengamanan difokuskan di sejumlah titik strategis yang menjadi jalur perlintasan massa buruh menuju Jakarta,” katanya.

Adapun beberapa lokasi yang menjadi perhatian terkait fokus pengamanan di antaranya kawasan Jalan Margonda Raya, Flyover UI, Exit Tol Cisalak, serta Pertigaan Bojongsari.
Libatkan Emak-emak Jaga Keamanan di Kota Depok Keempat titik tersebut dinilai rawan kepadatan karena menjadi akses utama menuju ibu kota.
Selain jalur darat, pengamanan juga dilakukan di sejumlah stasiun kereta api, yakni Stasiun Bojonggede, Stasiun Depok Lama. Kemudian Stasiun Depok Baru, Stasiun Universitas Indonesia, dan Stasiun Pondok Cina.
Kombes Abdul Waras memastikan, pihaknya akan memberikan pelayanan dan pengawalan kepada para buruh yang hendak menyampaikan aspirasi di Jakarta.
“Kita mengawal aksi buruh ke Jakarta. Tentu tidak membatasi aspirasi mereka, namun memberikan pelayanan,” ungkapnya.
“Kita kawal hingga kita pastikan teman-teman buruh tiba di lokasi dalam keadaan aman dan lancar,” tuturnya.

Dia berharap seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Buruh Nasional berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Sebagai informasi, dalam aksi nanti para buruh akan menyampaikan sederet tuntutan. Di antaranya berfokus pada pengesahan UU Ketenagakerjaan baru, penghapusan outsourcing (HOSTUM), dan penolakan upah murah.
Buruh juga menuntut perlindungan PHK, reformasi pajak (hapus pajak THR/JHT), ratifikasi konvensi ILO 190, serta pengangkatan guru honorer menjadi ASN.
Selain itu, mereka juga mendesak Pemerintah agar merevisi Undang Undang No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial agar lebih adil.
Kemudian menghapus pajak THR, JHT, pesangon, pensiun, dan menaikkan PTKP. Dalam aksinya nanti, buruh juga mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset untuk koruptor.
Selanjutnya menuntut diturunkannya potongan tarif ojek online dari 20 persen menjadi 10 persen. (**).













