Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Karhutla Muaro Jambi Belum Padam, Satgas Udara Dikerahkan Atasi Kendala Air

Penanganan karhutla juga menjadi bagian dari koordinasi Posko Sub Satgas Udara Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi.(Istimewa).
banner 120x600

MUARO JAMBI|| Radarpost.id

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Londerang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, masih belum sepenuhnya padam. Pemadaman terkendala sulitnya akses menuju lokasi dan terbatasnya sumber air, sementara penanganan diperkuat melalui dukungan Satgas Udara.

Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas. Penanganan karhutla juga menjadi bagian dari koordinasi Posko Sub Satgas Udara Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi, sebagaimana terlihat dalam dokumentasi kegiatan penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Satgas gabungan yang berada di lapangan melibatkan Manggala Agni Sumatra IX/Kota Jambi, TNI, Polri, BPBD, serta RPK PT PHL. Sebanyak 69 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman di kawasan yang terbakar.

Koordinator Wilayah Manggala Agni Provinsi Jambi, Rinaldi, mengatakan luas area yang terbakar masih dalam proses penghitungan. Hingga laporan terakhir, sekitar 0,2 hektare lahan telah berhasil dipadamkan.

“Status kebakaran belum padam,” kata Rinaldi, Kamis (13/8/2026).

Lokasi kebakaran berada di koordinat S -1.40208 dan E 103.88993. Area yang terbakar terdiri atas vegetasi sawit, semak belukar, dan pakis dengan karakter tanah gambut. Kawasan tersebut mencakup lahan masyarakat dan area dalam fungsi kawasan PT PHL.

Medan Gambut Bikin Pemadaman Tak Mudah

Kebakaran di Londerang merupakan tipe kebakaran bawah atau kebakaran pada lapisan gambut. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama karena bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali memunculkan titik api.

(istimewa).

Persoalan lain muncul dari keterbatasan sumber air. Air untuk pemadaman diperoleh dari kanal dengan lebar sekitar dua meter dan kedalaman sekitar satu meter yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Petugas bahkan harus membersihkan kanal dan memperdalam bagian tertentu agar dapat menampung lebih banyak air. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan air selama proses pemadaman berlangsung.

Kondisi akses menuju lokasi juga menjadi tantangan bagi tim darat. Petugas harus membawa peralatan pemadaman menuju area yang terbakar dengan kondisi medan yang tidak mudah dilalui.

Peralatan yang digunakan antara lain dua mesin mini striker, satu mesin Shibaura, selang hisap, selang buang, jetshooter, nozzle, dua motor KLX, serta kendaraan pendukung.

Satgas Udara Ikut Perkuat Pemadaman

Selain mengandalkan personel dan peralatan di darat, penanganan karhutla diperkuat dengan operasi udara. Satu unit helikopter water bombing turut dikerahkan untuk membantu menjangkau titik api dari udara.

Keberadaan Posko Sub Satgas Udara Bencana Karhutla Provinsi Jambi menjadi bagian dari koordinasi penanganan kebakaran, khususnya untuk mendukung operasi udara dalam situasi ketika akses darat dan ketersediaan air menjadi kendala.

Dukungan dari udara menjadi penting untuk membantu menjangkau area yang sulit dimasuki personel serta mempercepat pembasahan wilayah yang berpotensi menjadi sumber penyebaran api.

Meski demikian, upaya water bombing belum membuat seluruh api padam. Tim gabungan masih melanjutkan pemadaman dari darat sekaligus melakukan pendinginan.

Api Harus Dipastikan Benar-Benar Padam

Cuaca di lokasi dilaporkan cerah sejak pagi hingga sore dengan kecepatan angin sekitar 15 kilometer per jam. Kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena api dapat menyebar apabila terdapat perubahan arah maupun peningkatan kecepatan angin.

Tim Manggala Agni bersama unsur terkait menyisir sisi timur area terbakar menggunakan mesin mini striker dengan bentangan enam selang.

Pemadaman tidak berhenti ketika kobaran api di permukaan berkurang. Petugas juga harus memastikan tidak ada bara yang tersisa di bawah permukaan gambut.

Karakter lahan gambut membuat proses pendinginan menjadi tahap penting dalam penanganan karhutla. Bara yang tertinggal dapat kembali memicu kebakaran dan memperluas area terdampak.

Karena itu, Satgas Karhutla terus melakukan pemadaman dan pendinginan sampai kondisi dinyatakan aman serta tidak ditemukan lagi titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali.