Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Keluarga Winda Lorenza Minta Ekshumasi untuk Ungkap Dugaan Kejanggalan Kematian

Keluarga Winda Lorenza, seorang ibu Bhayangkari yang meninggal dunia di Medan, Sumatera Utara, meminta kepolisian melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam untuk memastikan penyebab kematian.(Rr)

Jakarta|| Radarpost.id

Keluarga Winda Lorenza, seorang ibu Bhayangkari yang meninggal dunia di Medan, Sumatera Utara, meminta kepolisian melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam untuk memastikan penyebab kematian yang dinilai masih menyisakan sejumlah pertanyaan.

Permintaan tersebut disampaikan kuasa hukum keluarga, Sri Dharen, saat mendampingi keluarga mendatangi Komnas Perempuan di Jakarta, Senin (28/9). Keluarga sebelumnya juga telah menyampaikan laporan atau pengaduan terkait perkara tersebut ke Komnas HAM.

Sri mengatakan keluarga belum puas dengan kesimpulan awal yang menyebut Winda meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api milik suaminya.

Menurut dia, masih terdapat sejumlah hal yang dinilai perlu didalami, termasuk temuan luka pada tubuh korban dan sejumlah bukti yang menurut keluarga belum diperlihatkan.

“Keluarga meminta agar dilakukan ekshumasi terhadap jasad Winda Lorenza. Ini untuk memastikan dan mencari kebenaran mengenai penyebab kematiannya,” kata Sri.

Ia menuturkan, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Winda disebut menembak bagian kepala menggunakan pistol revolver milik suaminya.

Namun, keluarga mempertanyakan sejumlah hal terkait proses pemeriksaan jenazah, termasuk bagian tubuh yang diperiksa saat autopsi serta keberadaan proyektil yang disebut berkaitan dengan luka tembak tersebut.

“Masih banyak kejanggalan yang membuat keluarga tidak puas. Karena itu, kami meminta dilakukan ekshumasi agar semuanya dapat diperiksa secara terang dan profesional,” ujarnya.

Selain persoalan autopsi, keluarga juga mempertanyakan keberadaan rekaman kamera pengawas (CCTV) di rumah Winda. Mereka menduga terdapat rekaman atau bukti lain yang belum ditampilkan dalam proses penanganan perkara tersebut.

Sri menegaskan, pihaknya tidak bermaksud menyimpulkan penyebab kematian Winda sebelum seluruh bukti diperiksa secara menyeluruh. Menurut dia, ekshumasi diperlukan sebagai bagian dari upaya keluarga memperoleh kepastian mengenai perkara tersebut.

Keluarga, kata dia, telah meminta Kapolda Sumatera Utara, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, dan Kapolrestabes Medan untuk mempertimbangkan ekshumasi.

“Kalau memang profesionalisme, akuntabilitas, dan presisi, apa salahnya dilakukan ekshumasi terhadap jasad Winda? Ini permintaan keluarga untuk mencari kebenaran,” katanya.

Sri juga meminta agar apabila penanganan perkara tersebut dinilai tidak dapat lagi dilakukan secara optimal di tingkat Polda Sumatera Utara, kasus tersebut dapat ditangani oleh Bareskrim Polri sehingga pemeriksaan dilakukan secara lebih independen.

Permintaan tersebut disampaikan bertepatan dengan keberadaan Kapolri di Medan. Keluarga berharap persoalan itu mendapat perhatian dan proses penyelidikan dapat dilakukan secara transparan.

Kesaksian Keluarga

Ibu korban, Yestin Laia, turut menyampaikan kesaksiannya mengenai kabar kematian Winda. Ia mengaku sempat menerima informasi mengenai kematian putrinya secara diam-diam.

Menurut Yestin, setelah mendapat kabar tersebut, anggota keluarga kemudian mendatangi hotel tempat mereka berada untuk memastikan informasi mengenai kondisi Winda.

Ia kemudian meminta anggota keluarga menghubungi pihak lain untuk menyampaikan kabar kematian tersebut.

Keluarga mengatakan masih berupaya mendapatkan kejelasan mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum Winda ditemukan meninggal dunia.

Selain Yestin, adik korban, Veronica Gowasa, juga hadir bersama kuasa hukum dalam penyampaian aspirasi keluarga tersebut.

Hingga kini, keluarga berharap kepolisian dapat membuka kembali sejumlah hal yang masih dipertanyakan dan memberikan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan serta bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Permintaan ekshumasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi langkah untuk memastikan apakah kesimpulan mengenai penyebab kematian Winda telah sesuai dengan seluruh fakta dan bukti yang tersedia.