Pati || Radarpost.id
Upaya membangun desa tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga penguatan nilai sosial dan spiritual masyarakat. Hal itu terlihat dalam kegiatan penyuluhan keagamaan yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Pati bersama Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa Godo, Kecamatan Winong, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD yang bertujuan menanamkan nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat. Kemenag Pati menilai, pembangunan yang berkelanjutan harus ditopang oleh kehidupan sosial yang harmonis.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Pati, Taufik Muhammad Nur, menyampaikan bahwa sikap saling menghargai perbedaan menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
“Perbedaan itu adalah hal yang wajar. Yang terpenting bagaimana kita menyikapinya dengan saling menghormati dan menjaga kebersamaan,” ujarnya di hadapan warga.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah. Menurutnya, nilai persatuan yang tercermin dalam semangat kebangsaan harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, peran penyuluh agama dinilai penting dalam membina masyarakat agar tetap kondusif, khususnya di tingkat desa. Edukasi seperti ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tengah berbagai tantangan.
Perwakilan Satgas TMMD, Kapten Inf Sucipto, mengapresiasi keterlibatan Kemenag dalam kegiatan tersebut. Ia menilai penyuluhan keagamaan menjadi langkah strategis dalam membentuk masyarakat yang religius sekaligus menjunjung tinggi toleransi.
“Kami melihat warga sangat antusias. Ini menunjukkan bahwa pembangunan mental dan spiritual juga sangat dibutuhkan, seiring dengan pembangunan fisik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Godo semakin memahami pentingnya hidup rukun dan menjaga kebersamaan, sehingga tercipta lingkungan yang damai dan mendukung kemajuan desa secara menyeluruh.













