Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Ketua KORMI Depok: Kebahagiaan Anak-Anak SD Festival Olahraga Tradisional Tingkat Kota Depok

Depok || Radarpost.id

Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) mengikut festival olahraga tradisional tingkat Kota Depok, di Lapangan mini Stadion Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Disporyata Kota Depok Kolaborasi dengan Portina Kota Depok itu diikuti 230 peserta SD, di sebelas Kecamatan se-Kota Depok.

Festival Olahraga Tradisional jenjang SD se-Kota Depok 2026 tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan dan melestarikan kembali olahraga tradisional khususnya kepada generasi muda agar tidak punah.

Lomba mempertandingkan lima jenis olahraga yakni Terompah panjang, Enggrang, Hadangan, Dagogan, dan Sumpitan.

Ratusan pelajar mengikuti Festival Olahraga Tradisional Pelajar Tingkat Kota Depok Tahun 2026. Beragam permainan yang mengandalkan ketangkasan, keseimbangan, strategi, dan kerja sama tim menjadi bagian dari festival tersebut.

Tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mengenalkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda di tengah eratnya keseharian anak-anak dengan gadget.

Ketua Kormi Kota Depok Drg. Setiawan Witjaksana, Sp.Ort., FICD, mengatakan olahraga tradisional merupakan aktivitas fisik yang menjadi bagian dari warisan budaya leluhur.

“Kita sama-sama ketahui bahwa olahraga tradisional itu adalah aktivitas fisik yang merupakan warisan budaya leluhur, yang di dalamnya mengandung unsur-unsur ketangkasan, permainan, juga kerja sama tim,” ujar Setiawan, pada Kamis (3/9/2026) usai foto bersama dengan peserta.

Menurut Setiawan, festival tersebut memiliki sejumlah tujuan, mulai dari melestarikan budaya bangsa, menumbuhkan semangat berolahraga, hingga memupuk kebersamaan di kalangan pelajar.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mengajak anak-anak meninggalkan mata pelajaran sejenak dan menikmati aktivitas bersama teman-temannya melalui permainan tradisional.

“Ini adalah event yang sangat tepat dalam rangka untuk membuat waktu anak-anak kita tidak habis dengan gadget atau gawai mereka,” tuturnya.

Setiawan, menilai pengalaman bermain dan berkompetisi dalam olahraga tradisional juga penting untuk membangun karakter anak.

Melalui aktivitas tersebut, mereka belajar bekerja sama, mengasah ketangkasan, sekaligus merasakan kegembiraan bermain bersama tanpa bergantung pada perangkat digital.

“Di samping juga tadi dalam melestarikan budaya leluhur, juga dalam rangka membangun karakter anak-anak kita ini,” tambahnya.

KORMI Kota Depok berharap proses seleksi dan pembinaan di tingkat kecamatan dapat menghasilkan peserta-peserta terbaik sekaligus memperluas minat anak-anak terhadap olahraga tradisional.

“Saya berharap dari Tapos akan lahir anak-anak yang bukan hanya berprestasi, tetapi juga menjadi generasi yang sehat, bugar, gembira, dan mencintai budaya bangsanya,”
tandasnya.

Ketua KORMI Kota Depok mengajak seluruh pihak untuk melihat olahraga tradisional sebagai bagian dari gerakan membangun masyarakat yang aktif dan sehat.

“Mari kita hidupkan kembali olahraga tradisional. Karena ketika anak-anak bergerak, bermain, tertawa, dan berolahraga bersama, sesungguhnya kita sedang menanamkan fondasi untuk masa depan Depok yang lebih sehat dan lebih kuat,” ucap Setiawan.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, menyampaikan para peserta yang tampil di tingkat kota sebelumnya telah melalui proses seleksi di tingkat kecamatan.

Mekanisme seleksi diserahkan kepada Musyawarah Kerja Guru Olahraga di masing-masing kecamatan, baik melalui kegiatan serupa maupun seleksi untuk menentukan peserta terbaik.

Tidak hanya mengejar pengalaman bertanding, para pelajar yang berhasil menjadi juara juga berkesempatan melanjutkan prestasinya ke tingkat yang lebih tinggi.

Para pemenang tingkat Kota Depok akan mewakili daerah dalam Invitasi Olahraga Tradisional tingkat provinsi yang rencananya berlangsung di Kabupaten Bogor.

“Yang paling jangka pendek adalah bahwa pemenang-pemenang dari tingkat kota ini akan mewakili Kota Depok nih di ajang Invitasi Olahraga Tradisional tingkat provinsi,” jelas Eko.

Para juara juga akan mendapatkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan.

Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan portofolio prestasi nonakademik bagi para pelajar dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Artinya anak-anak kita terbuka dari jalur apa pun, dari akademik, non-akademik. Jadi ini bagian dari non-akademik,” pungkasnya.(**).