Depok || Radarpost.id
Kebijakan Pemerintah Kota Depok membuka akses pendidikan gratis untuk siswa SMP di sekolah swasta adalah langkah berani dan berpihak pada rakyat.
Pengawas Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) mendukung keberadaan sekolah swasta gratis, namun dengan catatan bahwa pemerintah perlu memberikan regulasi yang jelas dan dukungan finansial yang memadai untuk memastikan keberlanjutan operasional sekolah swasta.
BMPS menekankan pentingnya peran sekolah swasta dalam mengisi celah pendidikan dan mendukung wajib belajar, namun juga menyoroti risiko yang mungkin timbul jika sekolah swasta tidak diperbolehkan memungut biaya apapun.
Ketua Pengawas BMPS Kota Depok H Acep Al Azhari kepada wartawan menyatakan dukungan penuh terhadap program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang sedang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Acep mengatakan, program Pemkot Depok dengan mencanangkan rintisan sekolah swasta gratis merupakan suatu kebijakan visioner Walikota Depok Supian Suri dan Wakil Walikota Depok Chandra Rahmansyah sebagai pemimpin perubahan Kota Depok.
“Saya sebagai praktisi di pendidikan swasta mendukung bahkan siap mendampingi agar dana APBD yang di gunakan untuk menggratiskan ini tidak terjebak hanya kepada jumlah siswa,” kata Acep, Selasa (15/07/2025) usai menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam di Masjid Baitul Kamal, komplek Balaikota Depok.
Acep menambahkan, pihak swastapun menyambut antusias program yang dicanangkan oleh Supian-Chandra
dengan kuota rintisan sekitar 5000 siswa.
“Kami yakin program ini akan berjalan dengan baik karena sudah terbukti sudah puluhan SMP dan MTs yang ikut ambil bagian untuk menyukseskan program ini,” ucapnya.
Jika tahun ini ada 5000 siswa dengan anggaran sekitar tiga juta pertahun tentunya tahun berikut akan terpikirkan utk menaikan angka kuota tersebut.
“Oleh krn ini sedari awal program ini hrs di posisikan sebagai kebijakan sekolah gratis yang berbasis “outcome”. katanya.
Karena sudah menjadi kewajiban Pemerintah untuk melaksanakan amanat keputusan Mahkamah Konsitusi.
“Kami rasa untuk untuk memulai sesuatu apapun tidak harus sempurna dan harus optimis, kami yakin program ini bisa dilaksanakan,” tandasnya.
Dengan inovasi yang mengarah kepada tiga hal seperti karakter, skill dan karya.
“Kami percaya bahwa pendidikan gratis bukan berarti murahan, tapi justru harus bermakna. Mari kita tunjukkan bahwa ketika akses dibuka, kualitas bisa ditingkatkan,” ujar Acep.
Acep menambahkan, Inovasi kurikulum harus ditumbuhkan, menjadi arah baru pendidikan di kota Depok yang akan membentuk karakter dan karya pelajar Depok untuk Indonesia Emas 2045.
Acep menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah dan sekolah swasta dalam menjalankan program pendidikan gratis, termasuk dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
“Dengan kata lain, BMPS mendukung keberadaan sekolah swasta gratis, namun dengan syarat Pemerintah memberikan dukungan regulasi dan finansial yang memadai agar sekolah swasta dapat terus beroperasi dan memberikan pendidikan berkualitas,” pungkasnya. (**).













