Jakarta|| Radarpost.id
Upaya memperkuat peran industri dalam negeri di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) terus didorong. Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menggandeng PT Sucofindo (Persero) dan PT Surveyor Indonesia (Persero) untuk memastikan kontribusi sektor migas terhadap ekonomi daerah dan nasional semakin optimal.
Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan penggunaan produk dan jasa dalam negeri agar lebih terukur, transparan, dan berdampak nyata. Dengan demikian, aktivitas hulu migas tidak hanya berorientasi pada produksi energi, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri lokal.
Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fajar Wibhiyadi, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah yang lebih luas dari sektor migas.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap aktivitas di sektor hulu migas tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri dalam negeri. Ketika penggunaan produk dan jasa lokal meningkat, dampaknya akan langsung dirasakan oleh pelaku usaha, tenaga kerja, hingga rantai pasok di daerah,” ujar Fajar dalam keterangannya.
Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok migas di Aceh akan membuka peluang ekonomi yang lebih besar. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas industri daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Dampak positif kerja sama ini juga diproyeksikan meluas ke wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Utara, mengingat keterkaitan rantai pasok dan distribusi industri di kawasan tersebut. Penguatan sektor pendukung migas dinilai dapat mendorong aktivitas ekonomi lintas wilayah, mulai dari manufaktur, jasa, hingga logistik.
Selain itu, kolaborasi ini juga diarahkan untuk membangun sistem yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan begitu, pemerintah, pelaku industri, hingga investor memiliki kejelasan terkait kontribusi sektor migas terhadap perekonomian.
“Kolaborasi ini bukan hanya tentang kepatuhan, tetapi bagaimana memastikan sektor migas benar-benar menjadi penggerak ekonomi daerah. Kuncinya ada pada sinergi antar pihak agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tambahnya.
Ke depan, sinergi antara BPMA, Sucofindo, dan Surveyor Indonesia diharapkan dapat menjadi model kolaborasi dalam memperkuat sektor energi sekaligus mendorong kemandirian industri nasional dan pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan.













