Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Komite MAN 1 Bogor : Keluhkan Dugaan Pungli Kembali Mencuat di Berbagai Media Online

banner 120x600

Bogor || Radarpost.id

Dugaan Pungli di MAN 1 Bogor kembali diangkat oleh beberapa media online baru baru ini, dengan pemberitaan yang lebih terkesan menyudutkan pihak Madrasah mau pun Komite Madrasah.

Polemik ini terus bergulir dari tahun ke tahun yang menjadi menu rutin pembahasan di kalangan media online, pemahaman yang beragam dari berbagai pihak seperti wali murid dan media yang berperan sebagai kontrol sosial, tentang PUNGLI dan SUMBANGAN seperti tercamtum dalam PMA N0 16 Tahun 2020 dan di jelaskan juga dalam Kepdirjenpendis N0 3601 Tahun 2024 tentang Komite.

Hal ini di keluhkan juga oleh Kepala MAN 1 Bogor Hj, dian Kardinah, Spd,
“Pada dasarnya kami pihak Madrasah hanya menjalankan proses Kegiatan belajar mengajar (KMB), dan menyusun RAKM setiap awal tahun, terkait dengan anggaran diluar dana BOS contohnya operasional madrasah honor satpam, Honor tenaga kebersihan, honor tenaga guru di luar ASN, perawatan gedung dll dan masih banyak lagi pembiayaan yang memang tidak masuk atau kurang dalam pembiayaan dari dana BOS maupun BPUM,” ungkap Hj. Dian

“Secara jelas ada peraturan yang melarang pihak sekolah atau madrasah Negeri menghimpun anggaran secara langsung dari pihak manapun, mekanisme untuk penggalangan dana sepenuhnya oleh Komite dan walimurid melalui rapat Komite Madrasah,” katanya.

“Pihak Madrasah menyerahkan rapat tersebut kepada komite dan walimurid, melalui musyawarah untuk menentukan sumbangan yang akan membantu terkait kebutuhan madrasah diluar dana diva,” tegas Bu Kamad MAN 1 Bogor Hj, Dian KarDinah,Spd

Penggalangan dana melalui komite madrasah ini di sesuaikan dengan regulasi yang sudah ada dalam PMA N0 16 Tahun 2020 dan Kepdirjenpendis N0 3601 Tahun 2024.
“Kami berupaya juklak dan Juknis penggalangan dana tersebut sesuai dengan peraturan yang memang sudah di tentukan oleh regulasinya,” tambah Salman Ketua komite MAN 1 Bogor.

“Kami sangat sayangkan masih saja mencuat pemberitaan yang terkesan menyudutkan pihak Madrasah maupun Komite, semua proses rapat penentuan sumbangan murni di lakukan walimurid dan komite sebagai perwakilan walimurid tanpa ada intervensi dari pihak Madrasah,” ucapnya.

“Ini nominal sumbangan itupun usulan dari walimurid bukan dari pihak komite, walaupun demikian komite Man 1 Bogor membuka ruang kepada walimurid yang merasakan terbebani dengan hasil keputusan rapat tersebut, untuk bisa menyesuaikan kemampuan dari pada walimurid,” jelas Salman pada awak media baru baru ini

“Dari afirmasi ataupun yang merasakan keberatan dan sudah kami sesuaikan dengan kemampuan walimurid seharusnya sudah tidak ada Lagi pemberitaan pemberitaan seperti ini, komite madrasah seharusnya sudah focus untuk memikirkan bagaimana untuk memajukan dan meningkatkan mutu MAN 1 Bogor,” ujar salman menyoroti pemberitaan yang beredar saat ini.

Sementara itu belum lama ini, sudah di bahas secara terang benderang dalam forum diskusi Dalam rangka memperkuat peran dan kapasitas Komite Madrasah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Para pengurus Komite Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Upgrading dan Penguatan Peran Komite Madrasah,” belum lama ini di Kampus MAN 3 Bogor.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Ketua Komite MAN se-Kabupaten Bogor, sekretaris dan bendahara komite, perwakilan orang tua peserta didik, pengawas pembina madrasah, kepala MAN, kepala tata usaha, serta para wakil kepala MAN. (**).