Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Korban Kebakaran Gambir Masih Butuh Popok dan Alas Tidur

Sejumlah warga korban kebakaran mengungsi di tenda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang didirikan di lapangan kosong di depan Pos RW 01.(Dok Kompas)

Jakarta|| Radarpost.id

Di tengah melimpahnya bantuan makanan, kebutuhan lain justru masih dirasakan warga terdampak kebakaran di kawasan Jalan Batu Ceper, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat. Para pengungsi kini berharap bantuan berupa popok bayi dan lansia, alas tidur, pembalut, pakaian dalam, hingga perlengkapan kebersihan.

Sejumlah warga korban kebakaran mengungsi di tenda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang didirikan di lapangan kosong di depan Pos RW 01. Sekitar 60 keluarga disebut masih bertahan di lokasi pengungsian.

Sri (60), salah seorang warga terdampak, mengatakan kebutuhan makanan dan air bersih di pengungsian saat ini relatif tercukupi. Bahkan, bantuan makanan yang terus berdatangan dinilai sudah berlebih.

“Kalau makanan alhamdulillah dari semalam datang terus. Malah kelebihan banget takut mubazir saya malahan, air juga udah, cuma yang lain masih ada yang belum, buat bayi tuh,” kata Sri saat ditemui di lokasi pengungsian, Selasa (1/9/2026).

Menurut Sri, kebutuhan perlengkapan bayi menjadi salah satu persoalan yang paling dirasakan warga. Popok bayi belum tersedia secara memadai sehingga sejumlah orang tua terpaksa membelinya sendiri di warung sekitar pengungsian.

“Tadi anak-anak bayi tuh pada nangis, emaknya nyari pampers harus beli dulu di warung, belum datang sih kalau (perlengkapan) bayi,” ujarnya.

Pengungsi Masih Tidur di Tandu

Selain perlengkapan bayi, persoalan tempat tidur juga menjadi perhatian. Kondisi tenda pengungsian yang dipenuhi warga membuat ruang untuk beristirahat menjadi terbatas.

Sri mengatakan masih ada warga yang harus tidur menggunakan tandu karena ketersediaan kasur belum mencukupi.

“Masih ada yang (tidur) di tandu, kasur juga kurang kayaknya, katanya sih tapi nanti sore apa malam mau datang, semoga ya,” tuturnya.

Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran, keberadaan kasur dan alas tidur menjadi kebutuhan penting selama mereka harus tinggal sementara di pengungsian.

Lansia Sakit Juga Membutuhkan Popok

Kebutuhan serupa juga dirasakan Eli (45), korban terdampak lainnya. Ia menyebut makanan untuk keluarga di posko sudah cukup, tetapi kebutuhan kelompok rentan seperti bayi dan lansia masih belum terpenuhi seluruhnya.

Salah satunya adalah popok untuk lansia. Menurut Eli, terdapat warga lanjut usia yang sedang sakit dan membutuhkan popok untuk aktivitas sehari-hari.

“Pampers belum nih. Pampers belum ada. Sama pampers lansia, soalnya ada lansia yang sakit udah di kursi dorong kemarin aja waktu api lagi gede. Kasihan banget sampai ngutang (beli pampers),” kata Eli.

Selain popok, para pengungsi perempuan juga membutuhkan sejumlah kebutuhan pribadi yang bersifat mendesak, seperti pembalut, pakaian dalam, dan perlengkapan mandi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pengungsi tidak hanya berkaitan dengan makanan dan air. Setelah kebutuhan dasar konsumsi mulai tercukupi, perlengkapan khusus bagi bayi, lansia, dan perempuan justru menjadi barang yang paling dibutuhkan selama warga menjalani masa pengungsian.

Kebakaran di kawasan padat Jalan Batu Ceper, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, sebelumnya membuat ratusan warga terdampak dan kehilangan tempat tinggal. Kini, mereka masih harus bertahan di pengungsian sembari menunggu kondisi kembali memungkinkan untuk menjalani kehidupan seperti sebelumnya.