Depok || Radarpost.id
Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kota Depok kembali mencuri perhatian masyarakat saat meramaikan kegiatan Car Free Day (CFD) di pusat Kota jalan Margonda Raya Kota Depok, Minggu, 20 September 2026.
Dengan mengenakan busana khas tempo dulu dan mengendarai sepeda lawas, para anggota komunitas berkeliling di kawasan CFD sambil mengampanyekan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Kehadiran mereka langsung menjadi pusat perhatian pengunjung.
Suasana nostalgia terasa kuat ketika anggota komunitas membaur bersama masyarakat di sepanjang area CFD. Banyak pengunjung memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto dan melihat lebih dekat koleksi sepeda tua yang ditampilkan.
Ketua DPD Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kota Depok Palgunadi, mengatakan, kegiatan CFD di Kota Depok sendiri menjadi ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, menikmati hiburan hingga mencicipi kuliner lokal.
Tak hanya bersepeda bersama, anggota KOSTI juga memperkenalkan budaya bersepeda tradisional kepada generasi muda. Edukasi itu mendapat sambutan positif dari masyarakat yang penasaran dengan sejarah sepeda tua yang pernah populer pada masanya.

Sekretaris Sigit dan Bendahara Supriadi, Ketua Komunitas Depok Fiets Ontel Community Nungky, serta anggota KOSTI Sabdo, Minggu (20/9/2026).
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum CFD sebagai ruang interaksi positif dan kegiatan yang bermanfaat.
“Dengan diadakannya CFD ini, semoga bisa menjadi sarana promosi baik produk ataupun memperkenalkan pariwisata kepada masyarakat juga sarana berbagi informasi,” tambahnya.
Sepeda ontel sudah akrab dalam sejarah bangsa Indonesia sejak 1880-an dan mulai banyak pada era 1910, untuk di Kota Depok sudah sejak empat tahun lebih sudah ada sepeda ontel.
Salah satunya Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kota Depok yang bermarkas di Kota Depok ada lima komunitas.
“Sepeda ontel sudah akrab dalam sejarah bangsa Indonesia sejak di mulai banyak pada era 1910. Saat ini ontel sudah menjadi sepeda tua dan langka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KOSTI merupakan komunitas sepeda tua jenis ontel yang berdiri di Kota Depok sejak 2008 dengan jumlah anggota lebih dari seratus anggota di Kota Depok.
“Di Kota Depok KOSTI dibentuk hampir empat tahun lebih,” katanya.
Menurut Palgunadi, yang saat di dampingi
Sekretaris Sigit dan Bendahara Supriadi menyampaikan, berdirinya KOSTI berawal dari sekelompok orang yang memiliki kesamaan hobi mengoleksi sepeda tua jenis ontel.
Berawal dari kecintaan itu, para penggemar sepeda ontel mulai bersepeda bersama di seputar kawasan Depok Dua, Depok Timur, Pancoran mas, dan lima komunitas setiap Minggu dari pukul 07.00.

“Anggota komunitas kami berusia dari 30 hingga 70 tahun. Sepeda ontel yang kami kendarai rata-rata produksi tahun 1930 dengan jenis dames dan hordok,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Depok Fiets Ontel Community Nungky, mengaku kehadiran komunitas sepeda tua memberikan pengalaman baru bagi generasi muda yang sebelumnya tidak mengenal sepeda tradisional.
“Pada awalnya kami ingin melestarikan budaya sepeda tua kepada generasi muda memang tidak mengetahui sepeda tua yang eksis pada zamannya. Dengan adanya komunitas ini di CFD membuat tambah informasi untuk kami,” ujarnya.
Kehadiran KOSTI di CFD Kota Depok menjadi bukti komunitas hobi tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya di ruang publik.
Meski berusia tua dan langka, sepeda ontel masih diminati masyarakat Ibukota yang gemar berolahraga sepeda. Beberapa dari masyarakat bahkan ada yang membentuk komunitas untuk menyalurkan hobinya menunggangi sepeda buatan Belanda ini.
Ditempat yang sama Anggota KOSTI Kota Depok Sabdo, menyampaikan merasa bersyukur, hobi para anggota dalam mengendarai sepeda ontel mendapat dukungan dari KORMI Kota Depok dan Pemerintah dengan memberikan sejumlah raung sepeda.
Selain memberikan rasa aman dan nyaman, keberadaan ruang buat sepeda juga dianggap cara efektif untuk mengajak masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi.
“Tujuan kita ingin melestarikan sepeda ontel agar tidak punah. Kita juga mau ajak masyarakat berolahraga sepeda. Apalagi sekarang sudah ada ruang khusus sepeda,” tandasnya. (**).












