Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

KPL Meminta Audit Independen Proyek PAM Jaya usai 3 Pekerja Tewas di Cipayung

(istimewa)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Komite Penyelamat Lingkungan (KPL) mendesak dilakukan audit independen terhadap proyek pembangunan jaringan distribusi air bersih milik PAM Jaya menyusul insiden yang menewaskan tiga pekerja di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan pada Senin (13/7/2026), Ketua Umum KPL Jamaluddin Hadam menyampaikan duka cita atas meninggalnya para pekerja saat menjalankan tugas.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada tiga pekerja yang meninggal dunia saat mengerjakan proyek PAM Jaya di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur,” kata Jamaluddin.

KPL menilai insiden tersebut perlu diusut secara menyeluruh, termasuk terhadap sistem pengawasan proyek dan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Kami meminta dilakukannya audit independen menyeluruh terhadap proyek, sistem pengawasan, serta penerapan standar K3,” ujarnya.

Menurut Jamaluddin, apabila investigasi nantinya menemukan adanya unsur kelalaian maupun tanggung jawab manajerial, maka harus ada pertanggungjawaban dari jajaran pimpinan.

“Apabila hasil investigasi membuktikan adanya kelalaian atau tanggung jawab manajerial, kami mendesak Direktur Utama PAM Jaya dicopot sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik,” katanya.

Dalam hal ini, KPL meminta Polda Metro Jaya mengusut tuntas penyebab insiden tersebut dan menindak pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.

KPL juga meminta PT PAM Jaya (Perseroda) bersama PT Moya Indonesia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola proyek pipanisasi air bersih, khususnya terkait penerapan standar K3 agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya, tiga pekerja ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong yang menjadi jalur pipa air bersih sedalam sekitar tujuh meter di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis (9/7/2026). Salah seorang korban diketahui merupakan warga negara asing (WNA) asal China.

PT Moya Indonesia merupakan mitra dalam proyek pembangunan infrastruktur jaringan distribusi air bersih milik PT PAM Jaya (Perseroda).

Berdasarkan data petugas pemadam kebakaran, laporan permohonan evakuasi diterima sekitar pukul 09.49 WIB. Sebanyak 12 personel tim penyelamat dikerahkan ke lokasi dan proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Seluruh korban kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Sementara itu, hasil pemeriksaan awal kepolisian di lokasi menunjukkan para korban hanya mengenakan pakaian kerja tanpa perlengkapan keselamatan yang melekat pada tubuh mereka. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.

Hingga berita ini ditulis, pihak PAM Jaya, PT Moya Indonesia, dan Polda Metro Jaya belum memberikan tanggapan atas pernyataan sikap yang disampaikan KPL. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.