Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Menhaj Pastikan Persiapan Haji 2026 Berjalan Normal, Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 berjalan normal dan aman.( Istimewa).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 berjalan normal dan aman meski situasi di kawasan Timur Tengah tengah mengalami dinamika.

Ia menyampaikan pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan Arab Saudi serta perwakilan Indonesia di luar negeri guna menjamin keselamatan jamaah calon haji.

“Kami selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Pemerintah Saudi, Kementerian Luar Negeri, KBRI di Saudi, serta panitia haji di sana,” kata Irfan Yusuf di Pondok Pesantren Al-Mizan, Majalengka, Jawa Barat, Senin.

Menurut dia, hingga saat ini seluruh pihak terkait masih memberikan sinyal positif terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

“Sampai hari ini semuanya masih memberikan lampu hijau sehingga persiapan tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Irfan menegaskan aspek keselamatan jamaah menjadi prioritas utama pemerintah. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario mitigasi berlapis.

“Kami menyiapkan beberapa rencana, mulai dari plan A, plan B, hingga plan C yang telah dikoordinasikan dengan Komisi VIII DPR RI,” katanya.

Selain itu, ia memastikan seluruh kebutuhan layanan jamaah, mulai dari konsumsi, akomodasi, hingga transportasi lokal di Arab Saudi telah dipersiapkan secara menyeluruh.

“Katering siap, hotel siap, transportasi lokal di sana siap. Semuanya sudah siap,” ujar Irfan.

Terkait kuota, pemerintah menyatakan tidak ada penambahan jumlah jamaah calon haji pada 2026. Jumlah jamaah tetap sekitar 221 ribu orang.

“Tidak ada tambahan kuota, tetap 221 ribu jamaah,” katanya.

Pemerintah berharap seluruh rangkaian persiapan yang telah dilakukan dapat mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.