Radarpost.id | Kabupaten Bandung — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026, Satgas Citarum Harum kembali mendapatkan dukungan dalam upaya meningkatkan pemantauan dan pengelolaan kondisi Sungai Citarum. Dukungan tersebut berupa empat perangkat berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dari Citebu Piranti yang nantinya akan ditempatkan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Citarum 2026, Kol Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H., saat melaksanakan kunjungan kerja ke Posko Sektor 2 Satgas Citarum Harum bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kabupaten Bandung.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas Citarum Harum dalam memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak, khususnya dalam melakukan pemantauan kondisi sungai serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang masih terjadi di sepanjang DAS Citarum.
Dalam kesempatan tersebut, Kol Inf Yanto Kusno Hendarto menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan perangkat teknologi tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai upaya dalam menjaga dan memulihkan kondisi Sungai Citarum.
“Alhamdulillah, menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026, Satgas Citarum Harum mendapatkan dukungan empat perangkat dari Citebu Piranti yang berbasis kecerdasan buatan,” ujar Kol Inf Yanto Kusno Hendarto.
Ia menjelaskan, empat perangkat tersebut nantinya akan digelar di sepanjang DAS Citarum, khususnya pada wilayah pemantauan mulai dari segmen satu hingga segmen dua. Keberadaan perangkat berbasis AI tersebut diharapkan dapat memberikan data dan informasi yang lebih cepat serta membantu Satgas Citarum Harum dalam melakukan analisis terhadap perubahan kondisi sungai.
“Dari segmen satu sampai dengan segmen dua, mudah-mudahan alat ini nantinya bisa bermanfaat untuk menganalisis Sungai Citarum dari hari ke hari. Kondisi apa pun yang terjadi di Sungai Citarum dapat kita pantau dan analisis,” jelasnya.
Menurut Dansatgas, pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu membantu mendeteksi dan menganalisis berbagai persoalan yang terjadi di sepanjang aliran Sungai Citarum. Persoalan tersebut antara lain potensi banjir, limbah, sampah, hingga sedimentasi yang dapat memengaruhi kondisi dan fungsi sungai.
“Mulai dari banjir, masalah limbah dan sampah, sampai dengan sedimentasi, nantinya bisa dianalisis dengan menggunakan alat ini. Sehingga kita berharap teknologi ini dapat membantu kita dalam mengambil langkah-langkah yang lebih tepat,” katanya.
Kol Inf Yanto Kusno Hendarto menegaskan bahwa penanganan Sungai Citarum tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah, TNI, BBWS, Satgas Citarum Harum, dunia usaha, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat.
Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, lanjutnya, bukan hanya ditujukan untuk menghasilkan data, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pemantauan yang dapat mendukung langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan Sungai Citarum.
“Teknologi ini tentunya bukan satu-satunya solusi. Yang paling penting adalah bagaimana data dan informasi yang diperoleh dapat kita tindak lanjuti bersama. Karena menjaga Citarum merupakan tanggung jawab kita semua,” ungkapnya.
Ia berharap keberadaan perangkat tersebut dapat memberikan manfaat dalam mendukung program Citarum Harum ke depan. Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, berbagai perubahan kondisi sungai diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya juga dapat dilakukan secara lebih efektif.
Selain persoalan teknis dan lingkungan, Kol Inf Yanto Kusno Hendarto juga menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat. Menurutnya, keberhasilan menjaga Sungai Citarum pada akhirnya sangat bergantung pada kepedulian dan partisipasi masyarakat yang berada di sepanjang DAS Citarum.
“Mudah-mudahan ke depannya masyarakat semakin sadar bahwa Citarum harus kita jaga bersama. Citarum adalah milik kita bersama, milik Jawa Barat,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi memandang Sungai Citarum hanya sebagai aliran air, tetapi sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Jawa Barat yang harus dijaga kebersihan, kelestarian, dan keberlangsungannya.
Kesadaran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah ke sungai, menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan limbah, serta ikut mengawasi kondisi sungai di wilayah masing-masing.
Dengan dukungan teknologi, sinergi antarlembaga, serta meningkatnya kesadaran masyarakat, Satgas Citarum Harum optimistis upaya pemulihan dan pelestarian Sungai Citarum dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Kunjungan kerja Dansatgas Citarum 2026 ke Posko Sektor 2 bersama BBWS sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga DAS Citarum. Sungai yang menjadi salah satu bagian penting bagi kehidupan masyarakat Jawa Barat tersebut diharapkan dapat terus dipelihara sehingga memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
“Citarum harus kita jaga bersama. Citarum milik kita bersama, milik Jawa Barat.”*”













