Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Ngubek Empang Cipayung Warga Nublek: Rayakan Tradisi Pelestarian Budaya

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Suasana penuh tawa dan kebersamaan mewarnai tradisi ngubek empang di komplek Perumahan depan Kantor Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung Kota Depok.

Tradisi tahunan “ngubek empang” ini menjadi salah satu tradisi khas masyarakat Kota Depok di Lebaran Depok,” kata Wakil Walikota Depok Chandra Rahmansyah, usai membuka ngubek empang di setu Pondok Jaya, Selasa (5/5/2026).

Puluhan warga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Tanpa canggung, mereka turun ke empang, berlomba menangkap ikan dengan tangan kosong, menciptakan suasana penuh kegembiraan dan keakraban.

Chandra, yang hadir di tengah warga menyampaikan rasa syukurnya bisa ikut serta dalam tradisi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarat nilai sosial dan budaya.

“Alhamdulillah saya bisa hadir di acara ngubek empang bersama warga. Ini tradisi yang perlu dilestarikan kepada generasi muda mendatang,” ujarnya.

Chandra menegaskan, tradisi seperti ini menjadi sarana efektif untuk mempererat silaturahmi antarwarga. Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dinilai mampu memperkuat solidaritas sosial di lingkungan masyarakat.

“Keseruan dan kebahagiaan yang kita lihat hari ini menunjukkan kuatnya kebersamaan warga. Ini momen penting untuk menjaga hubungan sosial tetap harmonis,” tambahnya.

Lebih lanjut, Chandra juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi lokal sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Terlebih, momentum Lebaran Depok dinilai sangat tepat untuk memperkuat nilai kekeluargaan.

Sementara itu Camat Cipayung, Muhammad Reza, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kita merayakan Lebaran Depok bersama wilayah Tengah, meliputi Kecamatan Beji, Pancoran Mas, dan Cipayung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rangkaian acara berlangsung meriah, dimulai dari tradisi penyambutan dengan palang pintu hingga berbagai pertunjukan budaya Betawi/Depok.

“Kegiatan diawali dengan naik andong yang disambut palang pintu. Ada juga atraksi manusia petasan yang merupakan bagian dari budaya Betawi yang harus kita lestarikan,” jelasnya.

Tak hanya itu, anak-anak sekolah dasar turut dilibatkan agar dapat mengenal dan mencintai budaya lokal sejak dini.

“Kami juga menghadirkan siswa SD agar tradisi ini bisa diwariskan ke generasi berikutnya,” tambahnya.

Selain pertunjukan budaya, kegiatan ini juga diramaikan lomba mewarnai tingkat sekolah dasar se-Kecamatan Cipayung yang berlangsung meriah di area taman. Acara ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Cipayung Expo Lebaran.

Salah satu kegiatan yang paling diminati warga adalah ngubek empang. Dalam kegiatan tersebut, panitia menebar sekitar 2,5 ton ikan ke dalam empang.

“Kami juga menyiapkan 50 ekor ikan mas merah. Bagi warga yang berhasil mendapatkannya akan diberi hadiah Rp50 ribu,” kata Reza.

Ia menjelaskan, tradisi ngubek empang merupakan warisan budaya masyarakat Betawi.

“Dulu, menjelang Lebaran, masyarakat mengambil ikan dari empang untuk dihidangkan. Tradisi ini kami angkat kembali agar tetap lestari,” tuturnya.

Menutup kegiatan, Reza berharap Lebaran Depok dapat terus menjadi momen kebersamaan bagi masyarakat.

“Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, kegiatan ini menjadi hiburan sederhana yang membawa kebahagiaan. Masyarakat terlihat antusias, bahkan enggan beranjak pulang,” tuturnya.

Kehadiran Wakil Walikota dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga. Mereka mengaku senang dan merasa diperhatikan, karena seorang pejabat turun langsung berbaur tanpa sekat.

“Senang sekali ibu dewan bisa ikut langsung. Jadi terasa lebih dekat dengan warga,” ujar salah satu peserta.

Warga berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Selain menjadi hiburan rakyat, tradisi ini juga mencerminkan nilai gotong royong, kekeluargaan, serta kearifan lokal yang masih terjaga di tengah perkembangan zaman. (**).