Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Nyai Dewi Rantian : Tahun 2025 – 2026 Akan Ada Serangkaian Peristiwa Alam Yang Mengerikan

banner 120x600

|| JAKARTA || RADARPOST.ID ||

Tahun 2025 dinilai sebagai masa penuh gejolak energi alam yang tidak menentu. Hal ini disampaikan oleh spiritualis dan ahli terawang asal Palangkaraya, Nyai Dewi Rantian, yang mengungkapkan prediksinya mengenai serangkaian peristiwa alam dan sosial yang berpotensi terjadi di Indonesia menjelang 2026, tahun yang ia sebut sebagai “Tahun Api”.

Dalam wawancara khusus, Nyai Dewi menjelaskan bahwa tahun ini berada di bawah pengaruh astrologi “Ular Kayu” — simbol yang menurutnya merepresentasikan gabungan elemen panas, air, dan api. Perpaduan energi tersebut disebutnya berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan alam dan meningkatkan risiko bencana.

“Sekarang saja, meski sudah memasuki bulan Mei, hujan masih terus turun. Ini menunjukkan dominasi energi air yang belum mereda. Longsor mulai terjadi di banyak tempat. Tapi menjelang 2026, elemen api akan lebih mendominasi. Kebakaran dan erosi akan meningkat tajam,” ujarnya.

Zona Rawan Bencana Jadi Sorotan

Nyai Dewi turut mengungkapkan beberapa wilayah yang dinilainya perlu mendapat perhatian khusus, di antaranya Palu (Sulawesi), kawasan timur Pulau Jawa, dan wilayah Sunda. Ia memprediksi kemungkinan gempa besar yang dapat menimbulkan kerugian signifikan.

“Korban jiwa memang tidak banyak terlihat, tapi dampaknya secara ekonomi bisa terasa luas. Waspada dan kesiapsiagaan tetap menjadi kunci,” tegasnya.

Prediksi Gejolak Sosial dan Politik

Tak hanya fenomena alam, Nyai Dewi juga menyinggung potensi gejolak sosial di tanah air. Ia memprediksi kepergian sosok artis senior yang akan menggemparkan publik serta terbongkarnya kasus besar yang melibatkan tokoh politik berpengaruh.

“Saya melihat akan ada tokoh penting yang akhirnya terseret ke ranah hukum. Ini akan menjadi perhatian masyarakat luas dan menimbulkan gelombang opini publik,” ujarnya, tanpa merinci siapa pihak yang dimaksud.

Seruan Kembali ke Alam

Di akhir keterangannya, Nyai Dewi mengajak masyarakat untuk kembali menghargai dan menjaga kelestarian alam. Menurutnya, berbagai fenomena yang terjadi bukanlah bentuk hukuman, melainkan peringatan dari alam atas perilaku manusia.

“Alam tak pernah salah. Ketika manusia serakah dan lalai menjaga keseimbangan, alam merespons dengan caranya sendiri. Kita harus kembali pada kesadaran lama: bersyukur, menjaga, dan hidup berdampingan dengan alam,” tuturnya.

Nyai Dewi menutup pesannya dengan pernyataan reflektif: “Tanpa alam, kita kehilangan pijakan hidup. Tahun ini adalah waktu untuk merenung dan bersiap menghadapi Tahun Api yang akan datang di tahun depan.”