Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Pay Burman Dukung Animasi Anak Bertema Kebangsaan: “Perlu Jadi Langkah Awal Pendidikan Karakter”

banner 120x600

|| JAKARTA || RADAR POST.ID ||

Musisi senior Pay Burman, yang dikenal sebagai mantan gitaris grup band legendaris Slank, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pembuatan animasi anak yang mengangkat nilai-nilai kebangsaan dan kebudayaan. Menurutnya, karya kreatif semacam itu perlu menjadi langkah awal dalam memperkuat karakter generasi muda Indonesia di tengah derasnya arus informasi global.

“Animasi anak seperti ini sangat penting. Ini jadi cara yang menyenangkan dan mudah dipahami untuk menyampaikan pesan-pesan nasionalisme, apalagi di tengah keterbatasan pelajaran kebudayaan di sekolah,” ujar Pay dalam sebuah sesi dialog kreatif, Selasa (11/6).

Pay menilai, program edukatif berbasis visual seperti animasi dapat menjadi “alat dasar” yang efektif dalam membentuk karakter cinta tanah air sejak usia dini. Ia menyebut, proyek-proyek budaya harus mendapat dukungan serius dari berbagai pihak agar tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Pay menyinggung soal maraknya polemik hak cipta yang belakangan kembali mencuat di kalangan industri musik dan kreatif. Ia menyayangkan masih banyak seniman dan pencipta lagu yang belum mendapatkan haknya secara adil dan proporsional.

“Memang ada masalah. Ada yang tidak puas karena sistem yang belum berjalan baik, bahkan sampai terjadi ‘peperangan’ antara penyanyi dan pencipta. Tapi gue percaya ini proses. Ke depan, harus ada solusi yang lebih positif dan adil,” katanya.

Pay juga menyoroti pentingnya perhatian negara terhadap lagu-lagu nasional dan hak waris penciptanya yang selama ini masih belum jelas. Menurutnya, banyak warisan musik nasional yang perlu dikelola secara profesional agar tidak terlupakan.

“Bahkan lagu-lagu nasional kita belum tentu jelas bagaimana pengelolaan hak ciptanya. Harus ada sistem yang bisa menjamin keadilan bagi penciptanya maupun ahli warisnya. Kita butuh regulasi yang lebih rapi,” ungkapnya.

Sebagai seniman yang aktif mengelola karya-karyanya sendiri, Pay mengaku tetap optimis bahwa masa depan industri kreatif, khususnya musik dan animasi edukatif, akan semakin baik jika dikelola dengan transparan dan saling percaya.

“Saya percaya, sekarang memang masa transisi. Tapi ke depan, seniman, musisi, dan pencipta akan lebih dihargai. Perlu dukungan bersama agar nilai-nilai kebangsaan bisa jadi arus utama lagi, bukan sekadar nostalgia,” tutupnya.