Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Peletakan Batu Pertama Masjid Al-Magfirah Anggaran 4 Miliar, Pemanfaatan untuk Umat Nyaman Beribadah

Depok || Radarpost.id

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok Mohammad Fitriawan, mewakili Walikota Depok, H. Supian Suri menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Magfirah di jalan Kp. Bojong RT 04 RW 20 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, pada Minggu (13/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriatna, Ketua MUI Kota Depok KH. Syihabudin Ahmad, Anggota DPRD ustd. Nur Hidayat, Ketua FKUB Kota Depok KH. Akhmad Kholidi, para tokoh Agama, tokoh masyarakat, sekcam Sukmajaya Nelda, Lurah Baktijaya Riski Desa Ismayawati, para Ketua RT dan RW, dan para tremaja maajid serta katar RW 20.

Dalam sambutannya, Fitriawan menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama sekaligus menjadi amal jariyah bagi masyarakat.
“Pembangunan masjid bukan hanya soal fisik, tetapi juga investasi akhirat bagi kita semua,” ujarnya.

Fitriawan mengapresiasi partisipasi warga, panitia, dan para donatur yang telah berkontribusi dalam memulai pembangunan masjid tersebut, pentingnya menjaga semangat gotong royong hingga pembangunan selesai.

“Yang terpenting bukan hanya membangun, tetapi bagaimana kita memakmurkan masjid ini melalui ibadah dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara Ketua DKM Masjid Jami Al Maghfirah, Pepen Tajudin mengatakan, renovasi tersebut merupakan bagian dari program kerja pengurus selama lima tahun. Pembangunan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp4 miliar.

“Anggaran ini menghabiskan dana Rp4 miliar. Ini program kerja saya selama lima tahun. Jadi tidak instan langsung jadi, tetapi selama lima tahun,” kata Pepen.

Menurut Pepen, Masjid Jami Al Maghfirah memiliki luas tanah sekitar 1.300 meter persegi. Ia mengungkap, selama ini masjid tersebut hanya beberapa kali mendapat renovasi kecil. Oleh karena itu, tahun ini pengurus memutuskan melakukan renovasi secara menyeluruh.
“Pengurus juga berencana menjadikan masjid ini sebagai salah satu cagar budaya, mengingat keberadaan masjid telah berdiri sejak masa kolonial,” bebernya.

Pepen menjelaskan, sumber utama pembiayaan renovasi diharapkan berasal dari masyarakat sekitar. Pengurus menghimpun dukungan warga RW20 yang menjadi masyarakat di lingkungan sekitar masjid.
“Kita mengharapkan basic anggaran ini dari warga. Kita minta ke warga, dibantu warga RW20. Alhamdulillah, dari hasil kita minta bantuan dana ke lingkungan sendiri,” katanya.

Selain swadaya masyarakat, pengurus juga mengajukan bantuan kepada sejumlah instansi Pemerintah Kota Depok. Pepen berharap, Pemerintah Kota Depok turut memberikan dukungan terhadap proses renovasi tersebut.

Renovasi masjid yang telah berdiri sejak zaman kolonial itu, ditargetkan rampung dalam waktu empat hingga lima tahun ke depan.

Pembangunan dijadwalkan mulai dilakukan pada Senin (14/9/2026). Namun target penyelesaian empat hingga lima tahun tersebut dapat dipercepat apabila dukungan pendanaan dari pemerintah maupun donatur terus mengalir.
“Target selesai antara empat sampai lima tahun. Itu kondisional. Apabila ada bantuan-bantuan terutama dari pemerintah, dari para donatur dan sebagainya, kita bisa percepat,” jelas Pepen.

Ia menegaskan, renovasi tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki bangunan masjid. Setelah selesai, Masjid Jami Al Maghfirah diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat, termasuk untuk kegiatan pemuda dan warga lanjut usia.

Masjid tersebut juga dirancang menjadi tempat berkegiatan bagi anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar.

Pengurus berharap aktivitas positif di masjid dapat menjadi salah satu upaya menjauhkan generasi muda dari tawuran, narkoba, dan berbagai kegiatan negatif lainnya.
“Tidak hanya untuk ibadah, tapi nanti sarana untuk umum juga. Kegiatan-kegiatan masyarakat, pemuda, lansia. Kemudian kita jadikan markas anak-anak remaja,” ungkapnya.

Ketua DKM Masjid Al-Magfirah Kp. Bojong RT 4 RW 20 Kel. Baktijaya Kec. Sukmajaya, Kota Depok,.
Dari sisi konstruksi, bangunan masjid tetap dirancang satu lantai. Namun, Pepen mengatakan, fondasi termasuk cakar ayam, akan diperkuat untuk menopang bangunan dalam jangka panjang.
“Fondasi awal, cakar ayam dan fondasi, kita persiapkan untuk lima sampai sepuluh tahun ke depan. Kami perkokoh lagi agar sampai ke anak cucu kita,” katanya.

Setelah renovasi selesai, kapasitas masjid diperkirakan tetap menampung sekitar 2.000 jemaah, termasuk area di luar bangunan. Pengurus juga berencana memasang pendingin ruangan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat saat beribadah.
“Kalau kapasitas jemaah tetap sama. Ini kapasitas jemaah sekitar 2.000 orang sampai luar. Mungkin juga nanti kalau sudah rapi akan kita pasang AC untuk kenyamanan jemaah beribadah,” tutup pepen. (**).