Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Pendarra Rilis Maxi Single “Semburat”, Usung Nuansa Hening dan Reflektif Bersama Petra Sihombing

Grup musik indie Pendarra kembali menghadirkan karya terbaru lewat maxi single bertajuk Semburat.(Dok pribadi).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Grup musik indie Pendarra kembali menghadirkan karya terbaru lewat maxi single bertajuk Semburat. Rilisan ini menjadi penanda fase baru dalam perjalanan musikal mereka, dengan pendekatan yang lebih tenang, intim, dan reflektif dibandingkan album sebelumnya, Ode Matahari.

Maxi single Semburat terinspirasi dari momen peralihan antara gelap dan terang—sebuah fase sunyi yang tidak riuh namun sarat makna. Pendarra menggambarkan karya ini sebagai ruang jeda, bukan perayaan ataupun ratapan, melainkan bentuk penerimaan atas perjalanan yang telah dilalui.

“Kami tidak sedang membuktikan apa-apa di sini. Kami sedang merasakan,” ujar Pendarra dalam keterangan resminya.

Dalam proses produksinya, Pendarra menggandeng Petra Sihombing sebagai produser. Kolaborasi ini menghasilkan lanskap musikal yang lebih subtil, dengan aransemen yang memberi ruang pada setiap nada dan emosi untuk berkembang secara alami.

Berbeda dari karya sebelumnya yang cenderung eksploratif dan penuh dinamika, Semburat justru hadir dengan pendekatan minimalis. Emosi dalam lagu-lagunya terasa lebih tertahan, menghadirkan suasana hening yang mengajak pendengar untuk ikut larut dan merenung.

Maxi single ini memuat tiga lagu utama, yakni “Tentang Mimpi Berupa Pelangi”, “Jemari Bunga”, serta “Sepenuh Hati”. Dalam proyek ini, Pendarra juga berkolaborasi dengan sejumlah musisi, seperti Reda Gaudiamo, Jerash Malibu, dan grup musik Nostress.

Ketiga lagu tersebut tidak disusun dalam alur linear, melainkan berangkat dari potongan pengalaman personal yang saling terhubung. Tema yang diangkat pun beragam, mulai dari percakapan yang tertunda, kehilangan yang tak sempat diungkapkan, hingga perasaan yang tumbuh tanpa seremoni.

Salah satu personel Pendarra, Junet, mengungkapkan bahwa Semburat lahir dari proses refleksi mendalam. “Kami belajar bahwa cahaya paling murni sering muncul ketika hari belum sepenuhnya terang,” katanya.

Sementara itu, Desi menyebut karya ini sebagai ruang untuk kembali bernapas setelah melewati masa penuh pergulatan. “Lagu-lagu ini menjadi tempat pulang—tempat kami merasa lega dan menemukan harapan yang tumbuh perlahan,” ujarnya.

Melalui Semburat, Pendarra tidak mencoba memutus perjalanan musikal mereka sebelumnya. Sebaliknya, rilisan ini menjadi kelanjutan yang lebih lembut, sekaligus membuka kemungkinan eksplorasi baru ke depan.

Maxi single Semburat kini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan siap dinikmati oleh para pendengar di Indonesia.