Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Polaris Mixologist Competition 2026 Dorong Inovasi Minuman dan Talenta Ekonomi Kreatif

Kompetisi tersebut mempertemukan para mixologist dari berbagai daerah untuk menampilkan inovasi minuman berbasis cita rasa Nusantara.(Dok pribadi)
banner 120x600

BALI|| Radarpost.id

Pertumbuhan industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) yang ditopang sektor pariwisata dan perhotelan dinilai membuka peluang baru bagi berkembangnya ekonomi kreatif di Indonesia. Salah satu sektor yang mulai mendapat perhatian ialah industri mixology atau kreasi minuman, yang memanfaatkan kekayaan bahan baku lokal sebagai nilai tambah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang penyelenggaraan Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3 yang berlangsung di Bali, Kamis (23/7/2026). Kompetisi tersebut mempertemukan para mixologist dari berbagai daerah untuk menampilkan inovasi minuman berbasis cita rasa Nusantara.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai 15,39 juta atau meningkat 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan aktivitas sektor pariwisata dinilai ikut mendorong pertumbuhan bisnis hotel, restoran, kafe, hingga industri minuman.

(istimewa)

Deputy Managing Director Cosmetics, Consumer & Health Care PT Tempo Scan Pacific Tbk, Winny Yunitawati, mengatakan perubahan gaya hidup masyarakat membuat minuman tidak lagi sekadar menjadi pelengkap makanan, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari pengalaman kuliner.

“Melalui kompetisi ini kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi bagi para pelaku industri untuk melahirkan inovasi minuman yang relevan dengan tren konsumen sekaligus mengangkat kekayaan cita rasa lokal Indonesia,” ujar Winny.

Kompetisi tahun ini digelar dalam dua tahap eliminasi di Jakarta dan Bali sebelum memasuki grand final di Bali. Ratusan peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Maluku mengikuti ajang tersebut.

Pada babak final, enam peserta terbaik berkompetisi mengusung tema Spark of Nusantara dengan menghadirkan kreasi minuman berbahan lokal. Penilaian dilakukan berdasarkan teknik, kreativitas, cita rasa, presentasi, serta kemampuan menyampaikan konsep di balik minuman yang dibuat.

Head Judge Polaris Mixologist Competition 2026, Arey Barker, menilai kualitas peserta tahun ini mengalami peningkatan dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Menurutnya, banyak finalis mampu mengolah bahan baku lokal menjadi minuman yang memiliki karakter dan nilai cerita yang kuat.

“Kekayaan bahan baku lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk terus melahirkan inovasi minuman yang kreatif, autentik, dan mampu bersaing di tingkat internasional,” kata Arey.

Dalam kompetisi tersebut, Deden Supriyatna keluar sebagai juara pertama, disusul I Gusti Putu Ngurah Arjuna Bara di posisi kedua, serta Rexi Renaldy Lotong sebagai juara ketiga.

Selain kompetisi utama, panitia juga memberikan penghargaan People’s Choice Award kepada peserta dengan karya kreasi minuman yang memperoleh keterlibatan (engagement) tertinggi di media sosial.

Pengamat industri menilai berkembangnya kompetisi bagi para mixologist dapat menjadi salah satu indikator meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia kreatif di sektor F&B.

Di sisi lain, pemanfaatan rempah-rempah dan bahan alami khas Indonesia juga dinilai berpotensi meningkatkan nilai ekonomi produk lokal sekaligus memperkuat daya saing industri minuman nasional di tengah pertumbuhan sektor pariwisata dan hospitality.