Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Polri  

Polda Metro Jaya Kerahkan 4.961 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat memberikan keterangan terkait pengamanan May Day 2026 di kawasan Silang Monas. ( Jaenal)
banner 120x600

Jakarta // Radarpost.id

Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 4.961 personel gabungan untuk melakukan pengamanan dan pelayanan terhadap sejumlah aksi penyampaian pendapat yang digelar elemen masyarakat serta mahasiswa di sejumlah titik di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Personel gabungan tersebut disiagakan guna memastikan kegiatan unjuk rasa berlangsung aman, tertib, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di Ibu Kota.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan ribuan personel itu ditempatkan di sejumlah lokasi strategis yang menjadi pusat kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat.

“Sebanyak 4.961 personel gabungan kami kerahkan untuk melayani dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat yang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Personel ditempatkan di sejumlah titik agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” kata Budi di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan lokasi pengamanan meliputi kawasan Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia (HI), Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, hingga sejumlah ruas jalan yang berpotensi menjadi jalur pergerakan massa aksi.

Menurut dia, kekuatan personel yang dilibatkan terdiri atas 3.147 personel Polda Metro Jaya, 500 personel TNI, 1.300 personel bantuan kendali operasi (BKO) Mabes Polri, serta 14 personel Dinas Pemadam Kebakaran yang disiagakan untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Budi menegaskan seluruh personel yang bertugas telah mendapat arahan untuk mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional dalam memberikan pelayanan maupun pengamanan kepada peserta aksi.

“Kami hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum. Seluruh anggota di lapangan diarahkan bertindak humanis, persuasif, tidak arogan, serta tetap mengedepankan prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Selain fokus pada pengamanan lokasi aksi, Polda Metro Jaya juga menyiagakan personel lalu lintas guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di sekitar titik kegiatan.

Rekayasa lalu lintas, kata dia, akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan jumlah massa di lapangan.

“Pengaturan arus lalu lintas dilakukan secara situasional. Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi kegiatan untuk menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” katanya.

Polda Metro Jaya juga mengajak seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Budi menegaskan pihaknya menghormati hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat sebagaimana dijamin oleh peraturan perundang-undangan.

“Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Mari bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar Jakarta tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga,” katanya.

Dengan kesiapan ribuan personel gabungan tersebut, Polda Metro Jaya berharap seluruh rangkaian kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung lancar tanpa menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum maupun aktivitas masyarakat.