Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Pramono Anung Sarankan Warga Gunakan Daun Pisang Imbas Harga Plastik Naik hingga 40%

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyarankan masyarakat memanfaatkan bahan tradisional seperti daun pisang sebagai alternatif kemasan.(Dok infopublik)
banner 120x600

Jakarta||Radarpost.id

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyarankan masyarakat memanfaatkan bahan tradisional seperti daun pisang sebagai alternatif kemasan, menyusul kenaikan harga plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Penggunaan plastik memang harus dikurangi secara bertahap. Kita perlu inovasi, termasuk mencari substitusi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Minggu.

Ia menilai, penggunaan daun pisang dapat menjadi solusi praktis sekaligus ekonomis, terutama bagi pelaku usaha makanan dan minuman yang terdampak kenaikan harga plastik.

Menurut dia, kondisi harga plastik yang terus meningkat berpotensi membebani masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan tradisional dinilai relevan untuk kembali diterapkan.

“Kalau kondisinya seperti ini, mau tidak mau kita kembali ke cara tradisional, seperti menggunakan daun pisang,” katanya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat harga plastik kemasan mengalami kenaikan signifikan, berkisar antara 30 hingga 40 persen sejak akhir Maret 2026.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan kenaikan terjadi pada hampir seluruh jenis plastik.

Kantong kresek tercatat naik sekitar 40 persen menjadi Rp17.000 per pak, plastik jenis PET naik sekitar 35 persen menjadi Rp22.000 per pak, sementara plastik jenis PE meningkat rata-rata 30 persen menjadi Rp21.000 per pak.

“Kenaikan ini terjadi cukup cepat dan dalam beberapa kasus bersifat fluktuatif mengikuti distribusi barang,” ujar Ratu.

Ia menjelaskan, lonjakan harga plastik dipengaruhi dinamika geopolitik global, khususnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada rantai pasok bahan baku plastik.

Kenaikan harga tersebut dirasakan paling tinggi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, sementara wilayah lain relatif lebih stabil.

Pemprov DKI Jakarta terus memantau kondisi ini dan mendorong pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk mulai beradaptasi dengan penggunaan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan.