Depok || Radarpost.id
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok kembali menggelar BNN Cup 7 Tahun 2026 yang berlangsung di GOR, GDC Kota Depok.
Acara ini resmi dibuka pada pukul 10.00 WIB dalam sebuah prosesi pembukaan yang khidmat, oleh Walikota Depok, Dr. H. Supian Suri. Tutur dihadiri Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Polisi Sulistyo Pudjo Hartono. Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Anti Narkotika.
Kejuaraan antar pelajar tingkat Nasional yang mempertandingkan cabang olahraga pencak silat ini, berlangsung mulai pada 19 hingga 23 Agustus 2026.
Ajang tahunan ini mengusung tema “War on Drugs for Humanity”, kompetisi berlangsung lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya, dengan partisipasi ribuan atlet dari kategori usia dini hingga dewasa.
Ketua Panitia BNN Cup 7, Luciana mengungkapkan rasa bangganya, atas antusiasme peserta yang terus meningkat setiap tahunnya.
“Guna melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus menjaring bibit unggul atlet bela diri tanah air, Kejuaraan
Pencak Silat Tingkat Nasional BNN CUP 7 resmi digelar,” kata Ketua Panitia Luciana, usai pembukaan pada Kamis (20/8/2026).
Tercatat sebanyak 2.282 atlet dari 196 Kontingen yang tersebar dari 16 Provinsi di Indonesia turut ambil bagian untuk
menunjukkan kemampuan terbaik mereka, mencatatkan antusiasme yang luar biasa.
“Peserta tahun ini luar biasa atlet dari berbagai provinsi bertanding. Ini menandakan BNN Cup semakin dikenal dan diminati pelajar dari seluruh Indonesia,” ucapnya.
Luciana menambahkan, BNN Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda agar menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, BNN Cup 7 menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antarpelajar dari berbagai daerah.
“Harapannya, para atlet tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga menjadi pelopor generasi sehat dan bebas narkoba,” tuturnya.
Untuk diketahui, pertandingan pencak silat ini terdiri dari beberapa kategori. Mulai dari anak-anak usia dini, usia Sekolah Dasar (SD), pra remaja yang merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga kategori remaja yang merupakan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).
Turnamen berskala nasional ini mempertandingkan 5 kategori kelompok usia dengan rincian peserta sebagai berikut:
1. Kategori Pra-Usia Dini 1 : 482 Atlet
2. Kategori Usia Dini 2 : 647 Atlet
3. Kategori Pra Remaja : 794 Atlet
4. Kategori Remaja : 297 Atlet
5. Kategori Dewasa : 62 Atlet.
“Melalui pembagian kategori yang komprehensif ini, Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional BNN CUP 7 tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi bagi para pesilat dewasa, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memetakan dan mengasah bakat sejak usia dini di tingkat nasional,” papar Luciana.

Disebutkan Luciana, sejumlah daerah yang mengirimkan atletnya yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, Bengkulu, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Bali, Bangka Belitung, Aceh, Riau, dan Sulawesi Tengah.
Sementara itu Walikota Depok, Dr. H. Supian Suri menyampaikan apresiasi kepada BNN yang kembali menyelenggarakan BNN Cup di Kota Depok.
Kegiatan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Depok karena dipercaya kembali sebagai tuan rumah kompetisi cabang olahraga pencak silat tingkat nasional.
“Terima kasih kepada BNN yang kembali mengadakan kegiatan BNN Cup ke-7 di Kota Depok tahun 2026 ini. Alhamdulillah, lebih dari 2.000 atlet bertanding dari 16 provinsi,” ungkapnya.

Supian Suri menambahkan, kehadiran ribuan atlet dari berbagai daerah tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Selain itu juga menjadikan BNN Cup sebagai momentum positif untuk membangun generasi muda yang berprestasi.
Dalam hal ini, Supian Suri juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan kepada anak-anaknya untuk mengikuti kompetisi ini.
Ditempat yang sama Ketua KONI Kota Depok Herry Suprianto, menyampaikan bahwa keterlibatan anak-anak dalam kegiatan BNN Cup merupakan bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, aktif, dan berprestasi.

“Ini bagian dari ikhtiar kita melahirkan generasi hebat, yang sibuk berolahraga, berkompetisi dan pada akhirnya mereka terjauhi dari jerat narkoba,” jelasnya.
Lebih lanjut, Herry masa depan bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh generasi muda.
Karena itu, berbagai kegiatan positif seperti olahraga perlu terus didorong sebagai wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi sekaligus menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba.
“Hari ini kita menghadirkan 2.282 lebih anak-anak hebat yang harapannya dapat berkompetisi untuk hal-hal positif,” tutupnya. (**).













