Jakarta|| Radarpost.id
Ribuan masyarakat memadati kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, pada Minggu (16/8) malam, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Warga dari berbagai kalangan, terutama anak muda dan keluarga yang membawa anak, berdatangan untuk menikmati gelaran “Gegap Gempita Kota Tua, Global Vibes Merdeka” yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan.
Keramaian terlihat di sekitar panggung utama hingga area publik di kawasan Kota Tua. Selain pertunjukan musik, pengunjung juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menikmati kuliner, berfoto, serta menggunakan jasa fotografer jalanan yang menawarkan layanan dokumentasi bagi wisatawan dan pengunjung.
Salah seorang pengunjung asal Tangerang, Nia (28), mengatakan dirinya awalnya datang ke Kota Tua hanya untuk berjalan-jalan. Ia tidak mengetahui sebelumnya bahwa kawasan tersebut sedang menggelar pertunjukan musik.
“Sebenarnya kita ke sini enggak tahu juga kalau ada acara begini. Tadinya cuma iseng-iseng main, keliling, eh ternyata ada konser. Jadi seru juga,” ujar Nia kepada Metrotvnews.com, Minggu (16/8).
Menurut dia, kegiatan hiburan gratis yang digelar pemerintah dapat menjadi alternatif rekreasi bagi masyarakat karena dapat dinikmati tanpa harus mengeluarkan biaya untuk membeli tiket pertunjukan.
“Seru juga kalau dari pemerintah ada konser-konser seperti ini. Jadi masyarakat bisa ikut terhibur,” katanya.
Nia bersama rombongannya juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk mencicipi berbagai makanan dan jajanan yang tersedia di sekitar lokasi.
“Paling jajanan dan kulineran yang kita buru di sini,” ujarnya.
Hiburan sekaligus ruang publik
Gelaran Gegap Gempita Kota Tua, Global Vibes Merdeka berlangsung selama tiga hari, yakni 15–17 Agustus 2026, di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memeriahkan HUT ke-81 RI. Selain menghadirkan hiburan musik, kegiatan ini turut memanfaatkan kawasan bersejarah Kota Tua sebagai ruang publik yang dapat diakses masyarakat.
Sejumlah artis dan komunitas seni dijadwalkan tampil dalam rangkaian acara tersebut, di antaranya Ndarboy Genk, Pasming Based, Anneth, Sallsa Bintan, Monkey Boots, Eki Dance Company, serta Swara Jakarta ’80s.
Kehadiran masyarakat pada Minggu malam terus bertambah. Meski demikian, situasi di sekitar lokasi terpantau tetap kondusif. Luasnya area kegiatan membuat pergerakan pengunjung relatif terkendali dan kerumunan tidak sampai menimbulkan desak-desakan berlebihan.
Bagi sebagian pengunjung, perhelatan tersebut tidak hanya menjadi sarana menikmati pertunjukan musik, tetapi juga kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan menikmati suasana Kota Tua menjelang puncak peringatan kemerdekaan.
Dengan memadukan hiburan, aktivitas kuliner, fotografi, dan pemanfaatan ruang publik, Gegap Gempita Kota Tua turut menunjukkan bagaimana kawasan wisata sejarah dapat menjadi titik temu masyarakat dalam merayakan momentum nasional.
Perayaan kemerdekaan di ruang publik seperti ini sekaligus memberi pilihan rekreasi yang dapat dinikmati masyarakat secara terbuka, khususnya pada momentum libur menjelang 17 Agustus.













