Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Sampah Bukan Sekadar Hobi, Tren Ini Sukses Dari Keterbatasan Menuju Kemandirian: Kisah Inspiratif di Balik Gerakan Hijau Komunitas Lokal

Depok || Radarpost.id

Di tengah tantangan pengelolaan perkotaan yang semakin padat, sebuah gerakan kreatif muncul dari tingkat rukun tetangga (RT). Bukan dengan teknologi canggih bernilai miliaran rupiah.

Sekelompok warga di kawasan Depok berhasil mengubah paradigma sampah rumah tangga menjadi sumber pendapatan baru yang menjanjikan melalui konsep ekonomi sirkular.

Program yang diberi nama “Kampung Mandiri Lestari” ini bermula dari keresahan warga terhadap volume sampah plastik dan organik yang terus meningkat setiap harinya.

Alih-alih hanya mengandalkan sistem pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), warga di wilayah ini memilih untuk mengolahnya secara mandiri sejak dari rumah.

Ketua Yayasan Peduli Lingkungan Sehat, Siti Rahmawati (42), menjelaskan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada kedisiplinan pemilahan sampah dari sumbernya serta edukasi kreatif kepada warga.

“Kami ingin membuktikan bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah siklus, melainkan bahan baku awal untuk sesuatu yang bernilai ekonomis,” ujar Siti saat ditemui di lokasi DOS, Minggu (25/10/2026).

Ketua Yayasan Peduli Lingkungan Sehat, Siti Rahmawati. (foto.adm)
Menurutnya, sampah organik diolah menggunakan metode eco-enzyme dan kompos maggot yang bernilai jual tinggi untuk pakan ternak.

Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik dan kemasan sachet disulap oleh tangan-tangan kreatif ibu rumah tangga menjadi produk kerajinan tangan bernilai seni tinggi, mulai dari tas belanja hingga dekorasi rumah yang kini telah merambah pasar online.

Dampaknya pun dirasakan langsung secara finansial. Rata-rata, setiap rumah tangga kini mampu menghemat pengeluaran bulanan sekaligus mengantongi tambahan pemasokan sekitar Rp300.000 hingga Rp700.000 per bulan dari hasil penjualan produk daur ulang dan kompos.

Pemerintah setempat menyambut positif inisiatif ini dan berencana untuk menjadikannya pilot project atau percontohan bagi kelurahan-kelurahan lain di Kota Depok.

“Diharapkan, gerakan berbasis komunitas ini tidak hanya menyelesaikan masalah kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat dari akar rumput,” pungkasnya. (**).