Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Sedekah Bumi di Desa Banyu Urip Kab.Gresik :  Harmoni Manusia, Alam, dan Sang Pencipta

banner 120x600

Gresik ||Radarpost.id

Di tengah hiruk pikuk modernisasi, masyarakat Desa Banyu Urip, Dusun Banyu Urip, Kecamatan Kedamaian, Kabupaten Gresik, masih setia menjaga tradisi leluhur mereka: Sedekah Bumi. Setiap tahunnya, warga berkumpul membawa beragam hasil bumi dan makanan khas desa, untuk disajikan dan dinikmati bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan doa.

Ritual yang digelar dengan khidmat ini dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat dan ustaz Huda. Bagi warga, Sedekah Bumi bukan sekadar pesta rakyat, melainkan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan kesuburan tanah.

“Kegiatan ini menjadi cara kami mengucap syukur atas hasil bumi yang diberikan, sekaligus menjaga kebersamaan antarwarga,” ujar Kepala Dusun Banyu Urip, Tri Rudi Kristanto, dalam kesempatan Sedekah Bumi, Dusun Banyu Urip, Desa Banyu Urip, Kab.Gresik, Sabtu(18/10/2025).

Dari Gotong Royong hingga Kenduri Bersama

Rangkaian acara dimulai sejak pagi, ketika warga beramai-ramai melakukan gotong royong membersihkan lingkungan, makam leluhur, dan tempat-tempat umum. Kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi napas kehidupan pedesaan.

Usai bersih-bersih, warga melanjutkan dengan tahlil dan doa bersama di balai desa dan area pemakaman leluhur. Momen tersebut menjadi ajang refleksi spiritual, mengingatkan masyarakat akan jasa para pendahulu yang telah membuka dan menjaga tanah mereka.

Acara kemudian berlanjut dengan kirab hasil bumi, di mana warga mengarak hasil pertanian seperti padi, jagung, sayur-mayur, buah, hingga makanan tradisional khas Banyu Urip. Arak-arakan ini bukan hanya pemandangan indah penuh warna, tetapi juga simbol penghormatan kepada alam yang telah memberi kehidupan.

Puncak kegiatan ditandai dengan kenduri atau bancaan — warga duduk bersama menikmati hidangan yang dibawa dari rumah masing-masing. Tak ada perbedaan status atau usia; semua duduk sejajar, makan dalam suasana guyub dan hangat.

Warisan Leluhur yang Hidup

Selain doa dan kenduri, suasana malam semakin semarak dengan pagelaran seni ludruk, uyon-uyon, dan ujar-ujaran. Seni tradisional itu menjadi sarana hiburan rakyat sekaligus pengingat nilai-nilai budaya Jawa yang sarat makna.

Tradisi ujar-ujaran dengan memberikan bedak pada anak balita lalu melempar uang koin dalam sedekah bumi Dusun Banyu Urip, Desa Banyu Urip, Kabupaten Gresik, Sabtu(18/10/2025).

Tradisi Sedekah Bumi di Gresik mencerminkan falsafah Jawa memayu hayuning bawana — menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Di tengah perubahan zaman, tradisi ini tetap hidup karena mengandung nilai-nilai universal: syukur, kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam.

“Selama kita masih mengingat asal-usul dan menghargai alam, tradisi seperti ini akan terus lestari,” tutur Rudi penuh keyakinan.

Dengan semangat gotong royong dan doa bersama, Sedekah Bumi di Banyu Urip bukan hanya perayaan hasil panen, tetapi juga peneguhan jati diri masyarakat desa — bahwa kemajuan tidak harus meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal.