Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

“Senja Teduh Pelita” Perkuat Tren Adaptasi Musik Pop ke Teater Musikal Indonesia

Pertunjukan produksi Jakarta Movin yang didukung Indonesia Kaya itu mengadaptasi 20 lagu milik grup musik menjadi sebuah narasi musikal futuristik yang memadukan unsur teater, musik pop, dan seni visual kontemporer.(Dok istimewa)
banner 120x600

JAKARTA|| Radarpost.id

Dunia seni pertunjukan Indonesia kembali menghadirkan inovasi baru melalui pementasan “Musikal Senja Teduh Pelita” yang akan digelar pada 3–12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Pertunjukan produksi Jakarta Movin yang didukung Indonesia Kaya itu mengadaptasi 20 lagu milik grup musik menjadi sebuah narasi musikal futuristik yang memadukan unsur teater, musik pop, dan seni visual kontemporer.

Sutradara sekaligus produser Jakarta Movin, , mengatakan musikal tersebut merupakan upaya memperluas jangkauan seni pertunjukan kepada publik yang lebih luas melalui pendekatan budaya populer.

“Visi kami memang ingin membuat musikal yang bisa dinikmati khalayak ramai. Musik menjadi bagian penting dari pop culture Indonesia sehingga pendekatan lintas medium seperti ini menjadi strategi yang relevan,” ujar Nuya dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, karya-karya Maliq & D’Essentials dipilih karena memiliki spektrum makna yang luas, tidak hanya berbicara mengenai romansa, tetapi juga tentang keluarga, persahabatan, perjalanan hidup, hingga harapan.

Musikal “Senja Teduh Pelita” mengambil latar dunia futuristik ketika sistem pemerintahan runtuh dan sekelompok anak-anak berusaha membangun harapan baru bagi masa depan. Tokoh utama bernama Arah memimpin kelompok “Pasukan Pelita” yang terdiri atas sembilan anak dengan kemampuan berbeda.

Pertunjukan tersebut menghadirkan unsur science fiction yang dipadukan dengan musikal pop Indonesia, sebuah pendekatan yang dinilai semakin memperkaya perkembangan seni pertunjukan modern di Tanah Air.

Vokalis Maliq & D’Essentials, , mengaku tidak menyangka lagu-lagu yang selama ini dibawakan grupnya dapat berkembang menjadi sebuah karya teater musikal.

“Ini menjadi pengalaman baru karena lagu-lagu kami mendapatkan medium lain untuk terus hidup dan menginspirasi,” kata Angga.

Sementara itu, personel Maliq & D’Essentials, , menilai kolaborasi lintas medium tersebut memperpanjang usia karya musik sekaligus membuka ruang apresiasi baru bagi generasi muda terhadap seni pertunjukan Indonesia.

Sejumlah lagu populer Maliq & D’Essentials yang akan diadaptasi dalam pertunjukan tersebut antara lain “Senja Teduh Pelita”, “Himalaya”, “Aurora”, “Jalan Pulang”, hingga lagu-lagu dari album terbaru mereka “Begini Begitu”.

Kehadiran “Musikal Senja Teduh Pelita” menambah tren adaptasi musik populer ke panggung teater di Indonesia setelah sebelumnya sejumlah karya musikal sukses menarik perhatian publik dan memperluas ekosistem industri seni pertunjukan nasional.

Pementasan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi teater musikal sebagai salah satu wajah baru industri kreatif dan seni budaya Indonesia yang semakin dekat dengan generasi muda.