Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Berita, TNI  

Sigap Hadapi Banjir, Kodim 0508/Depok Turun Tangan Evakuasi Warga Bukit Cengkeh

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Kesiapsiagaan aparat Kodim 0508/Depok kembali diuji saat luapan Kali Jantung menggenangi Perumahan Bukit Cengkeh 2, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, Sabtu malam (21/3/2026).

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari menyebabkan debit air meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga. Genangan air dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 40 sentimeter dan merendam sejumlah rumah serta akses jalan di kawasan tersebut.

Menanggapi kondisi itu, aparat Kodim 0508/Depok langsung bergerak cepat ke lokasi untuk membantu warga terdampak. Bersama aparat kewilayahan, personel TNI melakukan evakuasi serta memastikan keselamatan masyarakat di tengah genangan.

Selain evakuasi, koordinasi juga dilakukan dengan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Depok, khususnya sektor Sumber Daya Air (SDA), guna percepatan penanganan banjir dan pencegahan dampak lanjutan.

Dandim 0508/Depok, Triano Iqbal, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika curah hujan kembali tinggi di wilayah hulu.

“Kami mengimbau warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di bantaran sungai. Jika terjadi peningkatan debit air, segera lakukan langkah antisipasi dan utamakan keselamatan,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai karena dapat memperparah kondisi banjir.

“Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga lingkungan. Jangan buang sampah ke sungai karena dapat menyebabkan pendangkalan dan mempercepat luapan air,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa jajarannya akan terus bersiaga dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan optimal.

“Kodim 0508/Depok akan terus siaga dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk,” ujarnya.

Luapan Kali Jantung sendiri diduga dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi, sedimentasi sungai, serta penumpukan sampah dari wilayah hulu. Ditambah lagi, posisi permukiman yang lebih rendah dari tanggul sungai membuat kawasan tersebut rentan tergenang.

Meski sempat mengganggu aktivitas warga, situasi kini berangsur terkendali. Ketinggian air mulai surut secara perlahan dan tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan.

Namun demikian, potensi banjir susulan masih perlu diwaspadai, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi di wilayah hulu seperti Bogor.