Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Susi Pudjiastuti Usul Pemanfaatan Ikan Sapu-sapu Jadi Pakan dan Pupuk, Dorong Solusi Ramah Lingkungan

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengusulkan pendekatan yang lebih produktif dalam penanganan ikan sapu-sapu yang marak dibasmi di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta.(Dok kkp)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengusulkan pendekatan yang lebih produktif dalam penanganan ikan sapu-sapu yang marak dibasmi di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta.

Menurut Susi, ikan sapu-sapu yang tertangkap sebaiknya tidak hanya dimusnahkan, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna seperti pakan ternak, pakan ikan, hingga pupuk organik..

“Bisa dibuat pakan ikan atau pakan ternak dengan cara digiling menjadi pelet,” kata Susi saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Selain itu, ia juga menyebut ikan sapu-sapu dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk sektor pertanian. Caranya, ikan dipotong kecil-kecil lalu dikubur di lahan perkebunan sebagai sumber nutrisi tanah.

Susi menambahkan, alternatif lain adalah mendistribusikan hasil tangkapan tersebut kepada pelaku usaha budidaya, seperti peternak kepiting maupun buaya, setelah melalui proses pembekuan.

Usulan ini muncul di tengah upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang dinilai sebagai spesies invasif dan merugikan ekosistem perairan. Penanganan sebelumnya berupa penguburan massal sempat menjadi sorotan sejumlah pihak.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, diketahui tengah mengkaji metode penanganan yang lebih tepat dengan melibatkan para ahli guna memastikan langkah yang diambil tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.

Susi menilai, pendekatan pemanfaatan ulang (reuse) terhadap ikan sapu-sapu tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah diolah kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat.