Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini, DWP Kemenbud Sambangi SMPN 19 Jakarta

JAKARTA || Radarpost.id

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI menyambangi SMP Negeri 19 Jakarta, Jumat (30/10/2026), dalam rangka menyelenggarakan program DWP Mengajar bertema “Menyemai Kepedulian, Menumbuhkan Kreativitas” untuk mewujudkan generasi sehat dan berbudaya.

Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar tersebut menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif. Mulai dari pengenalan potensi pangan lokal melalui pengolahan ubi ungu menjadi sajian kuliner yang menarik dan inovatif, hingga pengayaan wawasan mengenai kekayaan budaya Indonesia.

Selain memberikan materi pembelajaran, program ini juga mengajak para siswa mengenal berbagai warisan budaya Indonesia yang telah dikenal dunia. Para pelajar turut mengikuti sejumlah permainan tradisional, seperti gobak sodor, bakiak beregu, engklek, dan balap karung beregu.

Berbagai permainan tersebut dirancang untuk menumbuhkan sportivitas, kerja sama, kebersamaan, serta semangat pantang menyerah di kalangan generasi muda.

Ketua DWP Kemenbud RI, Yukie Ota Bambang Wibawarta, mengatakan bahwa program DWP Mengajar merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya menanamkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menumbuhkan kepedulian terhadap potensi pangan lokal, meningkatkan kreativitas, serta memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal,” ujar Yukie di lapangan olahraga SMPN 19 Jakarta.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II, Sarwoko, menyampaikan pesan motivasi kepada para pelajar agar mempersiapkan diri sejak dini untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Menurutnya, terdapat lima hal penting yang perlu dimiliki setiap pelajar, yakni kecerdasan, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan sikap atau perilaku yang baik (good attitude).

Ia menjelaskan, kecerdasan dapat dibangun melalui kebiasaan belajar, baik di sekolah maupun melalui lembaga pendidikan lainnya. Sementara kedisiplinan berkaitan dengan kemampuan mengelola dan memanfaatkan waktu secara baik.

“Kalau kalian ingin sukses, ada lima hal yang harus dilakukan. Pertama, harus pintar dengan rajin belajar. Kedua, disiplin dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Ketiga, memiliki tanggung jawab. Keempat, harus jujur. Dan kelima, yang paling penting adalah good attitude, yaitu sikap atau perilaku yang baik,” tutur Sarwoko.

Ia menegaskan bahwa karakter dan perilaku positif menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam membangun masa depan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Penasihat DWP Kemenbud RI, Katharine Grace, mengajak para pelajar untuk lebih mengenal dan menghargai kekayaan budaya Indonesia yang tersebar di berbagai daerah.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan Kementerian Kebudayaan menjadi bagian penting dalam upaya memberikan perhatian khusus terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional.

Katharine juga menyebut sejumlah warisan budaya Indonesia yang telah dikenal secara internasional, seperti pencak silat, batik, dan angklung. Selain itu, Indonesia memiliki kekayaan alam dan situs bersejarah, di antaranya Pulau Komodo, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan.

Ia turut menyinggung temuan lukisan gua di Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, yang menjadi salah satu bukti penting kekayaan warisan budaya Indonesia.

“Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan budaya, baik budaya benda maupun tak benda. Ada batik, angklung, pencak silat, cagar budaya seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, hingga peninggalan prasejarah berupa lukisan gua. Inilah yang menunjukkan betapa kayanya peradaban Indonesia,” papar Katharine.

Sementara itu, Kepala SMPN 19 Jakarta, Abdul Malik, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan RI dan DWP Kemenbud yang telah memilih sekolah yang dipimpinnya sebagai lokasi pelaksanaan program DWP Mengajar.

Ia mengungkapkan, sekitar satu bulan sebelumnya, tim Kementerian Kebudayaan telah melakukan kunjungan dan pengamatan terhadap sejumlah sekolah sebelum menentukan lokasi kegiatan.

“Dari informasi yang kami terima, ada sekitar enam sekolah yang menjadi pertimbangan. Namun, setelah melalui pengamatan dan penelitian, akhirnya SMPN 19 Jakarta terpilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini,” ungkap Abdul Malik.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa SMPN 19 Jakarta memiliki pendekatan tersendiri dalam membangun budaya sekolah, termasuk melalui pengelolaan kegiatan pendidikan, pembinaan, serta pendampingan terhadap potensi dan kemampuan individu peserta didik.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan ruang apresiasi kepada siswa berprestasi dalam setiap upacara hari Senin. Para siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan keberhasilan maupun pencapaian yang telah diraih di hadapan teman-temannya.

Menurut Abdul Malik, cara tersebut menjadi salah satu bentuk motivasi agar para pelajar semakin percaya diri dan terdorong untuk terus meningkatkan prestasi.

“Kami ingin setiap keberhasilan siswa mendapatkan apresiasi. Dengan begitu, mereka merasa bangga karena pencapaiannya dihargai dan diketahui teman-temannya. Hal ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk ikut berprestasi,” jelasnya.

Melalui program DWP Mengajar, Abdul Malik berharap para pelajar, khususnya siswa SMPN 19 Jakarta, semakin termotivasi untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan prestasi, serta memiliki kepedulian terhadap budaya bangsa.

Ia juga berpesan agar para siswa senantiasa menghormati orang tua dan guru yang telah memberikan pendidikan serta bekal ilmu untuk masa depan.

“Pesan saya kepada anak-anak, teruslah berkarya dan berprestasi untuk masa depan. Namun, jangan pernah melupakan orang tua karena mereka tetap menjadi pahlawan bagi kita. Hormatilah orang tua dan guru yang telah memberikan bekal ilmu untuk mengantarkan kalian menuju kesuksesan,” pungkas Abdul Malik.