Jakarta || Radarpost.id
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat kinerja gemilang sepanjang Januari–Agustus 2025. Perseroan yang berada di bawah pengelolaan Pelindo ini berhasil menangani bongkar muat kendaraan (CBU, bus/truk, dan alat berat) sebanyak 767.387 unit. Angka tersebut tumbuh 14,28% atau 95.872 unit lebih banyak dibanding periode yang sama tahun lalu (YoY).
Lonjakan kinerja IPCC juga terlihat dari sisi kunjungan kapal. Hingga Agustus 2025, tercatat 2.250 kapal sandar di terminal IPCC, meningkat 21,36% atau setara 396 kunjungan tambahan dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya aktivitas ekspor-impor kendaraan serta beroperasinya terminal satelit baru.
Sektor kargo alat berat menjadi salah satu penyumbang utama dengan pertumbuhan 30,71% menjadi 21.415 unit. Lonjakan ini dipicu kebutuhan proyek strategis nasional seperti pembangunan IKN, hilirisasi tambang, hingga program food estate di kawasan Timur Indonesia. Terminal Satelit Semayang di Balikpapan mencatat penanganan terbanyak dengan 4.536 unit.
Kargo bus dan truk juga melonjak 40,08% menjadi 148.101 unit. Kenaikan ini didorong program revitalisasi armada bus listrik serta target pemerintah dalam penguatan sektor energi dan perkebunan. Terminal Semayang kembali mencatat kontribusi terbesar dengan 35.734 unit.
Sementara itu, kargo kendaraan CBU tumbuh 8,82% menjadi 597.871 unit. Dari jumlah tersebut, 48.739 unit merupakan kendaraan berbasis listrik (BEV), yang kini berkontribusi 8,23% dari total CBU. Tren ini sejalan dengan dorongan pemerintah dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik menuju target Net Zero Emission 2060.
Sekretaris Perusahaan IPCC, Endah Dwi Liesly, menegaskan pencapaian ini merupakan hasil strategi ekspansi dan transformasi digital perseroan. “Dengan strategi ekspansi vertikal dan horizontal, serta digitalisasi sistem operasi PTOS-C, IPCC mampu memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa sekaligus kontribusi positif bagi negara, pemegang saham, dan investor,” ujarnya.













