Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

The Brandals Rilis “Di Pinggir Marjin”, Balada Kritik Sosial tentang Penderitaan Kelas Pekerja

kali ini The Brandals menghadirkan nuansa balada yang lebih emosional.(Ist)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Band rock independen The Brandals kembali merilis single terbaru berjudul “Di Pinggir Marjin”. Lagu ini menjadi rilisan kedua setelah “Jari Kasar” dan akan masuk dalam album terbaru mereka yang dijadwalkan meluncur pada pertengahan 2026.

Berbeda dari warna musik mereka yang identik dengan energi garang, kali ini The Brandals menghadirkan nuansa balada yang lebih emosional. Meski begitu, pesan kritik sosial tetap menjadi benang merah yang kuat dalam lagu tersebut.

“Lewat ‘Di Pinggir Marjin’, kami ingin menyuarakan kegelisahan kelas pekerja urban yang hidup di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian. Lagu ini adalah refleksi dari realitas yang kami lihat sehari-hari,” ujar The Brandals dalam keterangan resminya.

Lagu ini mengangkat narasi tentang kehidupan masyarakat perkotaan yang terpinggirkan. Kecemasan, kekecewaan, hingga harapan menjadi tema utama yang dirangkai dalam lirik, mencerminkan tekanan hidup yang dirasakan kelompok kelas pekerja.

Meski dikemas dalam balada, The Brandals menegaskan tidak meninggalkan karakter kritis mereka sebagai band dengan sikap protes sosial.

“Meski dibalut dengan pendekatan balada, kami tidak mengurangi sikap kritis yang selama ini menjadi identitas The Brandals. Justru kami ingin menyampaikannya dengan cara yang lebih emosional,” lanjutnya.

Dalam proses produksinya, “Di Pinggir Marjin” melibatkan sejumlah musisi lintas genre. Lagu ini menjadi kolaborasi pertama dengan Jonathan Mono yang juga bertindak sebagai produser bersama Jonathan Pardede. Selain itu, Karel William turut mengisi departemen drum.

Sentuhan berbeda juga hadir dari SOVA melalui permainan toy piano oleh Lawrence Aswin, yang menambah warna musikal dalam lagu tersebut.

“Kolaborasi dengan Jonathan Mono dan teman-teman memberi warna baru, tapi tetap dalam semangat yang sama—menyampaikan keresahan yang relevan dengan kehidupan sosial hari ini,” kata mereka.

Proses rekaman dilakukan pada Oktober 2024, sebelum drummer baru Ghani Noorputrawan resmi bergabung di akhir tahun yang sama.

Sebagai band yang telah berkiprah hampir 25 tahun di skena musik independen, The Brandals dikenal konsisten menjaga idealisme mereka dan tidak mengikuti arus industri.

“Sejak awal, kami tidak pernah merasa harus mengikuti pakem industri. Kami lebih memilih jujur pada apa yang ingin kami suarakan, termasuk dalam rilisan kali ini,” tegas mereka.

Saat ini, The Brandals diperkuat oleh Eka Rahyadi Annash (vokal), Mulyadi Natakusumah (gitar), Radhit Syaharzam Almatsier (bass), dan Ghani Noorputrawan (drum).

Kehadiran “Di Pinggir Marjin” sekaligus menjadi penanda arah musikal sekaligus sikap kritis yang tetap dijaga dalam album terbaru mereka mendatang.