Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Vivian Voo dan Ozy Syahputra Hidupkan Lagi Si Manis Jembatan Ancol

Di tengah musik dan hiburan yang memenuhi kawasan Ancol, Vivian Voo bersama Ozy Syahputra, dan Merdi Sihombing memilih menghadirkan nostalgia lewat drama musikal Si Manis Jembatan Ancol.(Rr).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Ada yang berbeda dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini. Di tengah musik dan hiburan yang memenuhi kawasan Ancol, Vivian Voo bersama Ozy Syahputra, dan Merdi Sihombing memilih menghadirkan nostalgia lewat drama musikal Si Manis Jembatan Ancol.

Pertunjukan tersebut berlangsung di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Senin (17/8). Bukan sekadar pertunjukan drama, panggung ini menjadi pertemuan musik, cerita, nostalgia dan karakter para entertainer yang telah lama malang melintang di industri hiburan Indonesia.

Di antara para pengisi acara, artis multitalenta dan cantik Vivian Voo menjadi salah satu pusat perhatian. Penyanyi lagu Mandarin itu kembali menunjukkan karakter panggungnya sebagai artis multitalenta dan cantik yang tetap memiliki energi kuat dalam setiap performance.

Vivian membawa lagu-lagu Mandarin sekaligus karya ciptaannya ke panggung yang memiliki atmosfer berbeda. Musik Mandarin miliknya harus berpadu dengan cerita Si Manis Jembatan Ancol dan semangat nasionalisme HUT RI.

Perpaduan itulah yang menjadi salah satu kekuatan musikal pertunjukan tersebut.

Vivian Voo Bawa Musik Mandarin ke Panggung Kemerdekaan

Vivian Voo bukan sekadar tampil sebagai penyanyi. Ia juga menjadi bagian dari konsep kreatif pertunjukan.

Latar belakangnya yang pernah lama tinggal di Hong Kong membuat musik Mandarin menjadi bagian penting dari perjalanan bermusiknya. Di sisi lain, ia juga tetap memiliki karya berbahasa Indonesia dan aktif menulis lagu.

Karena itu, tampil dalam drama musikal bertema kemerdekaan menjadi tantangan tersendiri.

“Ketika mendapatkan konsep dari Kak Ozy, saya sangat tertantang. Konsepnya kemerdekaan, tetapi saya juga harus membawa lagu Mandarin. Memadupadankan itu tidak gampang,” ujar Vivian Voo.

Menurut Vivian, karakter musik Mandarin yang dibawanya tetap harus berjalan beriringan dengan semangat nasionalisme.

“Yang penting nuansa nasionalismenya tidak ditinggalkan. Kita bersyukur bisa berada di Indonesia dan merayakan kemerdekaan bersama,” katanya.

Di atas panggung, Vivian tidak hanya mengandalkan suara. Penampilan yang elegan, ekspresi, penguasaan panggung dan karakter personalnya membuat sosoknya tetap menonjol.

Sebagai artis multitalenta dan cantik, Vivian menunjukkan bahwa kekuatan seorang performer bukan hanya terletak pada vokal, tetapi juga bagaimana membangun suasana dan berkomunikasi dengan penonton.

Ozy Syahputra Bongkar Ide Si Manis Jembatan Ancol

Di balik konsep drama musikal Si Manis Jembatan Ancol, ada Ozy Syahputra yang ikut merancang gagasan pertunjukan.

Ozy mengatakan ide tersebut berawal ketika Vivian ingin membuat sebuah konsep pertunjukan, tetapi masih mencari tema yang tepat.

Karena memiliki keterkaitan dengan Ancol, Ozy kemudian mengusulkan cerita yang sudah akrab bagi masyarakat Jakarta.

“Konsep awal acara ini berawal dari Vivian yang ingin bikin konsep, terus bingung temanya apa. Karena saya berasal dari Ancol, kenapa enggak bikin malam kemerdekaan bersama Si Manis Jembatan Ancol,” kata Ozy.

Bagi Ozy, judul tersebut memiliki kekuatan tersendiri.

“Supaya lebih komunikatif dan lebih cepat orang mengingat. Jadi orang langsung tahu Si Manis Jembatan Ancol,” ujarnya.

Pilihan tersebut sekaligus membuat pertunjukan memiliki jembatan antara cerita klasik Jakarta dengan musik kekinian dan karakter para pemain.

Bukan Konser Biasa

Jika biasanya penonton datang ke konser untuk mendengarkan penyanyi membawakan lagu, konsep Si Manis Jembatan Ancol menawarkan pengalaman berbeda.

Musik menjadi bagian dari cerita.

Drama menjadi pengikat antarpenampilan.

Sementara para pemain membawa karakter masing-masing ke dalam satu panggung.

Vivian menjadi representasi musik Mandarin. Ozy membawa pengalaman panjang sebagai entertainer. Harry De Fretes menghadirkan karakter komedi dan hiburan. Ika Amoy menjadi partner kolaborasi, sedangkan Merdi Sihombing memberikan sentuhan musikal sekaligus fashion.

Perbedaan karakter tersebut justru menjadi kekuatan pertunjukan.

Vivian Voo Jawab Kerinduan Penggemar

Kembalinya Vivian ke panggung juga tidak lepas dari permintaan penggemar.

Ia mengaku masih banyak masyarakat yang mengingat dirinya sebagai penyanyi lagu Mandarin dan meminta dirinya kembali tampil.

“Saya banyak mendapat permintaan dari masyarakat untuk menyanyi lagu Mandarin. Mereka masih meminta saya tampil,” tutur Vivian.

Bagi Vivian, panggung bukan sesuatu yang ingin ditinggalkan.

Ia bahkan terus menulis lagu dan merekam karya-karyanya.

“Kalau saya sedih atau mengalami sesuatu, saya tidak marah kepada orangnya. Saya tulis menjadi lagu, lalu saya rekam,” ujarnya.

Vivian menyebut telah memiliki puluhan rekaman lagu yang dibuat selama berada di Hong Kong maupun Indonesia.

Musik baginya bukan hanya pekerjaan, tetapi juga cara untuk menerjemahkan pengalaman menjadi karya.

Ozy dan Merdi Sihombing, Reuni dari Era 1980-an

Sisi menarik lainnya muncul dari pertemuan Ozy Syahputra dan Merdi Sihombing.

Keduanya sudah mengenal sejak era 1980-an. Sama-sama berangkat dari Medan, keduanya kemudian menempuh perjalanan berbeda di Jakarta.

Ozy berkembang sebagai aktor dan entertainer, sedangkan Merdi memiliki perjalanan sebagai bintang radio dan televisi serta berkecimpung di dunia fashion.

Kini, setelah puluhan tahun, mereka kembali berbagi panggung.

Merdi bahkan tetap mempertahankan ciri khasnya dengan memadukan musik dan fashion dalam penampilannya.

Reuni tersebut memberikan sentuhan nostalgia yang kuat dalam Si Manis Jembatan Ancol.

Harry De Fretes dan Ika Amoy Tambah Warna

Kehadiran Harry De Fretes dan Ika Amoy membuat komposisi panggung semakin berwarna.

Harry yang telah lama dikenal sebagai entertainer membawa karakter khasnya, sementara Ika Amoy berkolaborasi dalam penampilan musik.

Mereka tidak ditempatkan hanya sebagai pengisi acara, tetapi menjadi bagian dari alur hiburan yang menggabungkan musik dan drama.

Inilah yang membuat pertunjukan tersebut terasa seperti sebuah pertunjukan musikal, bukan sekadar konser yang diselingi cerita.

Ozy: Menghibur Masyarakat adalah Tujuan Utama

Bagi Ozy, konsep sebesar apa pun pada akhirnya kembali kepada satu tujuan: menghibur masyarakat.

“Intinya kita menghibur masyarakat. Kalau dulu ada panggung rakyat, zaman sekarang kita mengikuti masyarakat,” kata Ozy.

Ia juga membuka kemungkinan membawa format pertunjukan tersebut ke kota lain.

“Kemungkinan bikin event lagi ada. Mudah-mudahan selanjutnya bisa ke daerah lain,” ujarnya.

Jika terealisasi, format tersebut bisa menjadi ruang bagi para entertainer senior untuk terus berkarya sekaligus bertemu dengan penonton baru.

Vivian Voo Siapkan Drama Musikal Berikutnya

Kesibukan Vivian di panggung juga tidak berhenti di Si Manis Jembatan Ancol.

Ia mengungkap rencana menyiapkan drama musikal berikutnya dengan judul Catatan Mbak Vivian, yang terinspirasi dari Catatan Si Boy.

“Saya akan mencari tokoh Si Boy. Nanti akan dibuka pendaftarannya. Rencananya akan kita tampilkan berupa drama musikal juga,” kata Vivian.

Rencana tersebut memperlihatkan bahwa Vivian ingin mengembangkan panggung musik sebagai ruang kreatif yang lebih luas.

Tidak hanya bernyanyi, ia ingin menggabungkan musik, cerita, karakter dan performer dalam sebuah pertunjukan.

Ozy Bicara Menjaga Eksistensi di Dunia Musik dan Hiburan

Memasuki usia 64 tahun, Ozy masih aktif tampil di panggung.

Menurutnya, eksistensi seorang entertainer tidak semata-mata ditentukan usia.

Ada tiga hal yang harus dijaga: penampilan, etika dan kesehatan.

“Sebagai penghibur, pertama harus menjaga performa. Penampilan harus menarik. Tidak harus mahal, yang penting menarik,” kata Ozy.

“Kedua, jaga etika. Ketiga, jaga kesehatan karena kalau di panggung harus prima,” sambungnya.

Ozy mengaku tetap berolahraga agar stamina terjaga.

“Saya olahraga dulu supaya tetap fit. Karena kalau di panggung saya naik turun panggung,” ujarnya.

Si Manis Jembatan Ancol, Nostalgia dengan Energi Baru

Pada akhirnya, drama musikal Si Manis Jembatan Ancol bukan hanya menghidupkan kembali cerita yang sudah dikenal masyarakat.

Panggung tersebut juga menghidupkan kembali energi para entertainer yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik dan hiburan Indonesia.

Vivian Voo membawa musik Mandarin dan karakter vokalnya. Ozy Syahputra hadir sebagai entertainer sekaligus penggagas konsep. Harry De Fretes, Ika Amoy, dan Merdi Sihombing menambahkan karakter serta pengalaman masing-masing.

Semua bertemu di panggung yang sama dalam suasana HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bagi Vivian, pertunjukan tersebut diharapkan bukan menjadi nostalgia sesaat.

“Semoga event ini menjadi kenangan terindah. Bahkan kegiatan seperti ini akan saya bawa keliling ke kota-kota lainnya,” ujar Vivian.

Dari panggung Sunset Beach BCIS Ancol, Vivian Voo, artis multitalenta dan cantik, kembali menunjukkan daya tariknya sebagai performer.

Sementara Ozy Syahputra dan para seniman lainnya membuktikan bahwa panggung hiburan selalu punya ruang untuk cerita lama yang dikemas dengan energi baru.