Jakarta|| Radarpost.id
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mendorong penguatan teknologi dan percepatan transformasi digital di Bank Jakarta guna meningkatkan kualitas layanan perbankan, terutama di tengah tingginya aktivitas transaksi saat periode Hari Raya Idulfitri.
Hal tersebut disampaikan Rano saat menghadiri Malam Apresiasi Tim Teknologi Informasi Bank Jakarta di kawasan Hutan Kota Senayan, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).
Rano mengapresiasi kinerja tim teknologi informasi yang dinilai berhasil menjaga stabilitas layanan perbankan selama libur Lebaran, yang dikenal sebagai periode dengan lonjakan transaksi signifikan.
“Periode Idulfitri merupakan masa krusial dengan intensitas transaksi sangat tinggi. Tim teknologi informasi menjadi garda terdepan dalam menjaga kelancaran sistem sehingga layanan tetap optimal,” ujar Rano dalam keterangannya.
Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak lepas dari perbaikan berkelanjutan dan peningkatan standar layanan, dengan infrastruktur teknologi sebagai fondasi utama transformasi perbankan.
Ia menegaskan bahwa investasi di sektor teknologi, termasuk penguatan infrastruktur dan pengembangan layanan mobile banking generasi terbaru, merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
“Perbankan saat ini berbasis teknologi. Sistem harus kuat, aman, dan memiliki cadangan yang memadai untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan,” katanya.
Selain itu, Rano juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman keamanan siber. Ia menilai, kecanggihan teknologi tetap memiliki risiko jika tidak diimbangi dengan pengelolaan yang disiplin dan sistem pengamanan yang kuat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut dia, berkomitmen mendukung langkah strategis Bank Jakarta dalam mengembangkan layanan digital yang adaptif dan aman bagi masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Rano juga mengajak seluruh jajaran Bank Jakarta untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
“Kepercayaan publik adalah fondasi utama. Sistem perbankan harus benar-benar siap agar ke depan tidak terjadi gangguan yang merugikan masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap momentum ini dapat menjadi pendorong bagi seluruh tim untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan perbankan digital di ibu kota.













