Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

2000 Siswa Sanggar Ayodya Pala Depok, Ujian Kenaikan Tingkat Menuju Profesional

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Ribuan siswa sanggar Ayodya Pala mengikuti ujian kenaikan tingkat dari kelas Tari, Terpadu, Vocal, dan Musik, yang berlangsung di di Mal Pesona Square, Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu (18/7/2026).

Wakil Ketua Ayodya Pala, Dr. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds., M.Si mengatakan, ujian kenaikan tingkat digelar hari keempat kali, yakni pada 28 Juni, 11, 12, 18, 19 dan 25 Juli 2026 hampir 2000 peserta. Diperkirakan satu hari mencapai 500 peserta yang diuji.

“Juri pada ujian kenaikan tingkat ini berasal dari dosen tari UNJ, STSI, dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, nanti peserta akan mendapatkan Sertifikat,” ungkap Dr. Denta, saat di temui pada Sabtu (18/7/2026) di Mal Pesona Square.

Denta menyebutkan, ujian kenaikan tingkat rutin dilakukan setiap enam bulan sekali dipentaskan pagelaran seni, berikut peserta memakai pakaian lengkap sesuai tarian yang dibawakan.

Di Ayodya Pala untuk tingkat dasar itu peserta harus menempuh 14 semester, setelah selesai mereka akan masuk kelas khusus AP One yang dipersiapkan menjadi pelatih dan penari profesional.

“Memang cukup berat, tapi rata-rata lulusan Ayodya Pala menjadi pelatih dan penari. Karena di sini tidak hanya diajarkan tari, melainkan tata rias panggung, etika, segala hal yang berhubungan perkembangan jiwa anak, dan profesionalisme,” tandas Denta.

Sedangkan kategori penilaian meliputi Wirahma, Wiraga, Wirasa, dan Keharmonisan. Wirahma yang terkait dengan irama, Wiraga adalah bahasa tubuh, Wirasa itu tentang rasa, serta keharmonisan adalah perpaduan antara ketiga unsur tadi dengan kostum yang digunakan penari.

Wakil Ketua Ayodya Pala, Dr. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds., M.Si (foto.adm).
Meski penampilan peserta ada yang berkelompok, tetapi penilaian disesuaikan dengan nomor urut masing-masing peserta.

“Harapannya ke depan bagi siswa siswi sanggar Ayodya pala, bisa menghasillan ekonomi kreatif, jadi kalau jadi pelatih kan nantinya bisa mengahasilkan ekonomi,” ujar Denta.

Denta mengatakan, Ayodya pala merupakan suatu wadah atau diklat bukan hanya sanggar sekedar sanggar, tetapi ada kurikulum dan programnya hingga ujian kenaikan tingkat digelar setiap enam bulan sekali, itu untuk melihat bagaimana hasil dari anak-anak latihan.

“Pengembangan seni budaya saat ini prospeknya semakin bagus, dan lebih berkembang lagi. Lulusan Ayodya Pala bisa mengajar di ekskul sekolah yang ada di Jabodetabek, juga merambah ke berbagai event lokal, nasional, bahkan internasional,” pungkasnya. (**).