Bogor||Radarpost.id
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kembali melaksanakan pengabdian masyarakat di Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat. Program yang berlangsung sejak Agustus hingga November 2025 ini berfokus pada penerapan relaksasi autogenik untuk menurunkan stres dan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus (DM) Tipe II.

Kegiatan dipimpin oleh tim dosen Poltekkes Bandung Kampus Bogor: Ida Farida, APPd, M.Kes.; Meirina, S.Kep., M.Kep.; dan Dwi Susilowati, APPd., M.Kes., serta didukung mahasiswa keperawatan sejak tahap persiapan hingga evaluasi.
Program PKM mencakup dua kegiatan utama. Pertama, pelatihan relaksasi autogenik bagi 10 kader kesehatan di RW 11 dan RW 12 yang digelar pada 11–26 Agustus 2025. Kedua, pendampingan kepada 10 klien DM Tipe II yang dilakukan mulai 6–31 Oktober 2025 untuk memastikan peserta mampu menerapkan teknik relaksasi secara mandiri dan berkelanjutan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah satu bulan penerapan relaksasi autogenik, terjadi penurunan tingkat stres dan kadar gula darah pada para klien DM. Temuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa metode relaksasi tersebut efektif sebagai terapi komplementer bagi penderita diabetes.
Monitoring dan evaluasi program dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Gang Kelor, aparat Kelurahan Cilendek Barat, tokoh masyarakat, kader, mahasiswa, dan dosen. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan manfaat program di tingkat masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Bandung menegaskan komitmennya terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Program PKM ini diharapkan membantu klien DM mengendalikan stres dan kadar gula darah sehingga kualitas hidup mereka semakin membaik.
Cahyo













