Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Tawuran Remaja di Jakbar Tewaskan Pelajar, Polisi Amankan 10 Orang

banner 120x600

Jakarta || Radarpost.id

Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat mengungkap kasus tawuran antar remaja yang mencakup seorang pelajar di kawasan Green Garden, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Bennyahdi mengatakan, dalam peristiwa tersebut polisi mengamankan 10 orang yang terlibat. Dari jumlah itu, satu orang merupakan pelaku dewasa, sedangkan sembilan lainnya adalah anak yang berhadapan dengan hukum.

“Korban berinisial BMA (16) meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya,” kata Twedi saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (30/1/2026).

Twedi menjelaskan, tawuran terjadi pada Selasa (21/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB dan didahului oleh tantangan melalui media sosial. Dua kelompok remaja diketahui telah saling berkomunikasi sehari sebelum kejadian.

Tantangan terjadi antara dua akun media sosial, yakni @zentrum dan @yadika28, yang kemudian disepakati untuk bertemu, katanya.

Awalnya, lokasi tawuran direncanakan di wilayah Kampung Gusti, Jelambar. Namun, bentrokan akhirnya terjadi di kawasan Green Garden dan berlangsung selama sekitar 10 hingga 15 menit.

Dalam peristiwa itu, kedua kelompok membawa senjata tajam, termasuk celurit. Korban mengalami luka sabetan di bagian leher dan tangan hingga akhirnya meninggal dunia.

Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung menambahkan, akun media sosial yang digunakan merupakan akun pribadi milik para pelaku maupun korban.

“Selama lebih dari satu tahun terakhir, beberapa rencana tawuran berhasil digagalkan oleh patroli polisi dan warga. Banyak yang hanya sebatas berkumpul,” ujar Arfan.

Dalam penanganan kasus ini, kepolisian berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk memastikan proses hukum terhadap anak berjalan sesuai aturan.

Kapolres menegaskan, peristiwa ini menjadi peringatan bagi semua pihak tentang bahaya tawuran dan mendukung media sosial, serta pentingnya pengawasan keluarga, sekolah, dan lingkungan terhadap pergaulan remaja.