Jakarta || Radarpost.id
Penyanyi Alyne Ma’arif untuk pertama kalinya menyampaikan kisah perjalanan hidupnya setelah perceraian yang selama ini jarang diketahui publik.
Alyne menjelaskan bahwa proses perpisahan tersebut melalui perjalanan panjang dan penuh dinamika. Ia mengaku sempat dua kali mengajukan gugatan cerai sebelum akhirnya perceraian resmi terjadi melalui gugatan dari mantan suaminya.
Menurut Alyne, saat itu ia berharap perceraian dapat menjadi titik akhir dari konflik dan membuka ruang bagi masing-masing pihak untuk menjalani kehidupan secara terpisah dengan lebih tenang.
Namun dalam perjalanannya, berbagai dinamika komunikasi masih terjadi sehingga memengaruhi kondisi emosionalnya.
Alyne juga mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut sempat berdampak pada kesehatan mentalnya hingga ia memutuskan menjalani pemeriksaan serta pendampingan profesional.
Meminta Pendampingan Lembaga Perlindungan Anak
Dalam upaya memastikan kondisi anak-anak tetap terlindungi, Alyne kemudian meminta pendampingan dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).
Setelah melakukan asesmen, lembaga tersebut memberikan rekomendasi terkait pengasuhan anak dan pengaturan komunikasi antara kedua orang tua.
Selain itu, Alyne juga mendapatkan pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
Menyalurkan Pengalaman Lewat Karya
Sebagai seorang seniman, Alyne memilih menyalurkan berbagai pengalaman emosional yang ia alami melalui karya seni, termasuk lagu dan tulisan.
Salah satu karya yang lahir dari proses tersebut adalah album Narc, yang berisi refleksi perjalanan batin yang ia alami selama beberapa tahun terakhir.
Alyne menegaskan bahwa langkahnya berbicara secara terbuka bukan untuk memperkeruh situasi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anaknya.
Ia berharap berbagai dinamika yang terjadi dapat diselesaikan secara bijak dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.













