Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Sustainarra Mulai Langkah Baru, Dorong Aksi Keberlanjutan dari Komunitas hingga Korporasi

Sustainarra (Sustainable Narrative), organisasi yang berfokus pada penguatan narasi dan aksi keberlanjutan. Dalam pertemuan perdana yang berlangsung di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026), (istimewa)
banner 120x600

JAKARTA|| Radarpost.id

Kesadaran terhadap pentingnya tata kelola berkelanjutan terus tumbuh di berbagai sektor. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau environmental, social, and governance (ESG), sejumlah kelompok muda mulai mengambil peran melalui gerakan berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor.

Salah satunya dilakukan Sustainarra (Sustainable Narrative), organisasi yang berfokus pada penguatan narasi dan aksi keberlanjutan. Dalam pertemuan perdana yang berlangsung di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026), Sustainarra menegaskan arah geraknya sebagai penghubung antara isu keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola bisnis yang lebih ramah lingkungan.

Pertemuan tersebut sekaligus menetapkan Muhammad Iqbal S.E. sebagai Chief Executive Officer (CEO) Sustainarra. Penunjukan itu dilakukan melalui kesepakatan internal tim setelah mempertimbangkan pengalaman Iqbal dalam pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), administrasi bisnis, serta pengelolaan data dan keuangan.

Iqbal sebelumnya diketahui pernah bertugas di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Provinsi DKI Jakarta. Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan visi Sustainarra yang ingin mendorong praktik keberlanjutan tidak hanya di tingkat perusahaan besar, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi masyarakat.

Dalam forum tersebut, Sustainarra menyepakati tiga agenda utama yang akan menjadi fokus program organisasi pada tahap awal. Pertama, penanaman pohon produktif yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kedua, edukasi pengolahan sampah berbasis komunitas yang akan melibatkan kelompok ibu-ibu PKK di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Program ini diarahkan untuk membangun kesadaran pengelolaan limbah rumah tangga berbasis ekonomi sirkular.

Ketiga, penyelenggaraan webinar strategis mengenai ESG yang menyasar kalangan pelaku usaha dan pengambil kebijakan. Diskusi tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman dunia usaha terhadap penerapan prinsip keberlanjutan yang kini semakin menjadi perhatian investor dan publik.

Selain membahas program kerja, pertemuan juga diisi diskusi mengenai perkembangan regulasi dan instrumen keberlanjutan di Indonesia. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017 mengenai keuangan berkelanjutan, Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER), serta potensi pengembangan bursa karbon nasional.

Bagi sejumlah pelaku usaha, regulasi tersebut kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Transparansi laporan keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan dinilai semakin memengaruhi reputasi perusahaan di mata investor maupun konsumen.

Di sisi lain, keterlibatan komunitas dinilai tetap menjadi elemen penting dalam transisi menuju pembangunan berkelanjutan. Karena itu, gerakan berbasis masyarakat seperti yang dirancang Sustainarra dipandang dapat menjadi pelengkap upaya pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat budaya keberlanjutan di Indonesia.

Melalui kombinasi pendekatan edukasi, kolaborasi, dan aksi lingkungan, Sustainarra berharap dapat membangun ruang bersama bagi berbagai pihak untuk terlibat dalam agenda keberlanjutan secara lebih konkret.