Jawa Barat || Radarpost.id
PLN UIP2B Jamali melalui unit pelaksananya, PLN UP2B Jawa Barat, menjamin keandalan sistem kelistrikan selama periode Idulfitri 1447 Hijriah. Masa siaga kelistrikan nasional ini ditetapkan mulai tanggal 12 hingga 31 Maret 2026. Langkah strategis ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan energi di seluruh wilayah Jawa Barat. Pengawasan intensif dilakukan guna mendukung kelancaran ibadah dan perayaan masyarakat.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran tim. Beliau menekankan pentingnya kecepatan penanganan jika ditemukan gangguan pada sistem kelistrikan atau peralatan teknis. Kesiapsiagaan personel menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas layanan listrik di wilayah tersebut. Fokus utama perusahaan adalah memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan sangat nyaman.
Munawwar menjelaskan bahwa perayaan Idul Fitri menuntut ketersediaan pasokan energi yang stabil dan konsisten. Masyarakat yang berada di rumah maupun di perjalanan mudik harus mendapatkan layanan terbaik. PLN berkomitmen mencegah gangguan sekecil apa pun agar tidak menghambat kekhusyukan ibadah warga. Prosedur pemeliharaan preventif juga telah diselesaikan sebelum memasuki masa siaga tersebut.
Manager PLN UP2B Jawa Barat, Santo Kardono, menyatakan kesiapan infrastruktur kelistrikan di wilayah kerjanya. Pihaknya telah menerapkan pola operasi khusus untuk mengantisipasi dinamika beban listrik yang unik. Seluruh prosedur standar operasional dijalankan dengan disiplin sangat tinggi oleh tim. Hal ini dilakukan demi memberikan kepastian layanan kelistrikan bagi pelanggan.
Sejumlah titik yang menjadi tujuan utama mudik dan wisata mendapat atensi sangat khusus. PLN memastikan pasokan listrik tetap stabil di lokasi pusat keramaian dan jalur transportasi. Keandalan sistem kelistrikan di area tersebut sangat krusial bagi keselamatan dan kenyamanan para pemudik. Koordinasi dengan pihak terkait terus diperkuat untuk memitigasi risiko gangguan sistem kelistrikan.
Beban listrik pada sektor industri diperkirakan akan mengalami penurunan signifikan selama periode libur. Penurunan konsumsi tersebut diprediksi mencapai angka dua puluh lima hingga tiga puluh persen. Hal ini terjadi karena aktivitas operasional pabrik berhenti sementara untuk menghormati hari raya. Kondisi ini memberikan ruang lebih bagi pengaturan stabilitas tegangan sistem kelistrikan.
Meski beban industri menurun, peningkatan konsumsi diperkirakan terjadi pada sektor bisnis dan perbelanjaan. Peningkatan aktivitas masyarakat di pusat kota memicu lonjakan penggunaan listrik pada waktu tertentu. Petugas ruang kendali sistem kelistrikan terus bersiaga memantau pergerakan beban tersebut secara sangat cermat. Penyesuaian aliran daya dilakukan secara dinamis guna menjaga keseimbangan frekuensi.
Di ruang kendali sistem kelistrikan, petugas melakukan pemantauan sistem kelistrikan secara real time selama 24 jam. Para petugas mengawasi parameter tegangan, frekuensi, serta aliran daya pada jalur transmisi. Pengawasan ketat ini memastikan distribusi energi dari pembangkit hingga ke pelanggan berjalan lancar. Teknologi pemantauan mutakhir digunakan untuk mendeteksi potensi anomali sejak dini.
Selama masa siaga ini, sebanyak tiga puluh hingga empat puluh personel disiagakan penuh. Personel tersebut terdiri dari pegawai organik maupun tenaga ahli teknis nonorganik yang berpengalaman. Mereka siap melakukan langkah penanganan cepat jika ditemukan gangguan sistem kelistrikan. Kesiapan pendukung lainnya juga dipastikan dalam setiap posko.
Santo Kardono mengingatkan timnya untuk mewaspadai fenomena tegangan tinggi selama masa beban rendah. Kondisi ini harus benar-benar dikontrol agar tidak melampaui batas aman peralatan kelistrikan. Jika tidak terkendali, lonjakan tegangan berpotensi merusak infrastruktur penting milik perusahaan dan pelanggan. Para personel diharapkan selalu aktif dalam menjaga stabilitas sistem.
Hingga saat ini, kondisi sistem kelistrikan di wilayah Jawa Barat terpantau aman terkendali. Tidak ditemukan adanya kendala teknis berarti yang dapat mengancam pasokan energi masyarakat luas. PLN terus melakukan koordinasi intensif dengan unit pembangkit guna memastikan ketersediaan cadangan daya. Komunikasi rutin antar Unit Pelaksana Pengatur Beban diperkuat demi keandalan sistem kelistrikan interkoneksi.
Kehadiran personel di ruang kendali sistem kelistrikan menjadi jaminan ketenangan bagi jutaan keluarga yang merayakan. PLN optimistis sistem kelistrikan Jawa Barat tetap andal hingga masa siaga berakhir. Semangat pengabdian ini merupakan bentuk nyata komitmen pelayanan kepada bangsa.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan potensi gangguan sistem kelistrikan. Pelaporan dapat dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile yang beroperasi selama dua puluh empat jam. Partisipasi aktif warga sangat membantu petugas dalam melakukan deteksi dini di lapangan. Sinergi antara perusahaan dan pelanggan diharapkan terus terjalin dengan sangat baik.













