Jakarta|| Radarpost.id
Penguatan fungsi keamanan dan selektivitas dalam sistem keimigrasian menjadi sorotan di tengah meningkatnya mobilitas global. Pengamat kebijakan publik, Said Bakhri, menilai sosok Hendarsam Marantoko memiliki kapasitas untuk membawa Direktorat Jenderal Imigrasi menjadi lebih tegas, terukur, dan berorientasi pada kepentingan nasional.
Menurut Said, peran imigrasi sangat strategis karena menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara melalui pengawasan lalu lintas orang yang keluar dan masuk wilayah Indonesia.
“Dirjen Imigrasi adalah benteng pertama negara. Dari sinilah kita bisa memfilter siapa yang boleh masuk dan siapa yang berpotensi mengganggu keamanan,” ujar Said dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Ia menegaskan, dalam situasi global yang semakin dinamis, fungsi keamanan tidak bisa ditawar dan harus menjadi prioritas utama. Setiap kebijakan keimigrasian, lanjutnya, perlu didasarkan pada prinsip kehati-hatian serta selektivitas yang tinggi.
Selain aspek pengawasan, Said juga menyoroti pentingnya pelayanan keimigrasian yang tetap berjalan optimal, baik bagi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA). Namun, ia mengingatkan agar pelayanan terhadap WNA tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan pendapatan negara.
“Selektivitas adalah kunci. Kita harus terbuka, tetapi tidak boleh kehilangan kendali,” tegasnya.
Di sisi lain, fungsi imigrasi sebagai fasilitator juga dinilai tetap penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada sektor pariwisata dan investasi. Meski demikian, Said menekankan bahwa seluruh kebijakan harus tetap berada dalam kerangka kepentingan nasional dan tidak mengesampingkan aspek keamanan.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya koordinasi yang kuat antara Direktorat Jenderal Imigrasi dengan Presiden guna memastikan arah kebijakan berjalan selaras dan efektif.
Dengan latar belakang hukum yang dimiliki Hendarsam Marantoko, Said optimistis penguatan fungsi pengawasan, selektivitas, serta penegakan aturan di sektor keimigrasian dapat berjalan lebih maksimal ke depan.
“Ini momentum untuk memperkuat imigrasi sebagai penjaga kedaulatan negara sekaligus pendukung pembangunan nasional,” pungkasnya.













