Jakarta || Radarpost.id
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, memimpin Sidang Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota yang membahas sebanyak 2.535 usulan masyarakat. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2026).
Dalam forum tersebut, Anwar menegaskan bahwa skala prioritas pembangunan di Jakarta Selatan saat ini difokuskan pada penanganan kemacetan, banjir, serta peningkatan sektor pendidikan, sejalan dengan visi-misi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Masyarakat tentu berharap usulan-usulan ini dapat segera direalisasikan. Kami pastikan sebagian akan mulai dilaksanakan pada 2026, sementara lainnya ditargetkan pada 2027,” ujar Anwar.
Ia menjelaskan, jumlah usulan masyarakat cenderung meningkat setiap tahun seiring dinamika kebutuhan di lapangan. Namun, terdapat kendala dalam penanganan sejumlah usulan, khususnya yang berkaitan dengan sungai dan kali.
Menurutnya, sebagian besar aliran sungai di Jakarta Selatan berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), sehingga penanganannya harus menunggu rekomendasi teknis.
“Kami sudah bersurat, namun terkadang belum mendapat respons. Akibatnya, penanganan hanya bisa dilakukan sementara dengan material yang ada agar dampak banjir tidak meluas,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Subanppeda) Jakarta Selatan, Hera Lidiawati, mengungkapkan bahwa dari total 571 RW, terhimpun 2.535 usulan yang didominasi usulan fisik sebesar 84 persen dan usulan barang sebesar 16 persen.
“Berdasarkan hasil validasi, sebanyak 304 usulan akan diakomodasi pada 2026, sementara 1.417 usulan direncanakan terealisasi pada 2027,” kata Hera.
Selain itu, terdapat 376 usulan yang belum memenuhi syarat kelayakan dan akan diverifikasi kembali pada periode berikutnya.
Hera juga mengapresiasi kehadiran langsung Wali Kota dalam Musrenbang di tingkat kelurahan dan kecamatan, sehingga sejumlah usulan warga dapat langsung diakomodasi lebih cepat. Ia menambahkan, pihaknya rutin melakukan monitoring dan evaluasi setiap bulan guna memastikan realisasi program berjalan sesuai rencana.
Di sisi lain, Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E, Astrid Khairunisha, turut mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang yang dinilai berjalan baik. Ia menyoroti pentingnya realisasi usulan warga, khususnya terkait pembangunan fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.
“Saya berharap usulan warga tidak hanya menjadi wacana. Saya selalu hadir hingga tingkat kelurahan untuk memastikan aspirasi masyarakat benar-benar terealisasi,” tandasnya.













