Makassar|| Radarpost.id
Badan Gizi Nasional (BGN) menekankan pentingnya pemberdayaan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan program strategis nasional, khususnya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif sekaligus membuka lapangan kerja di daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, saat melakukan kunjungan kerja ke Makassar, Kamis (2/4/2026).
Ia mengapresiasi keselarasan visi Pemerintah Kota Makassar yang mengusung konsep “unggul dan inklusif” dengan upaya penciptaan lapangan kerja.
“Program MBG adalah mesin penggerak ekonomi rakyat. Kami melihat komitmen Makassar dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif sangat sejalan dengan kebutuhan tenaga lokal yang terampil dan bersertifikasi untuk mendukung operasional di lapangan,” ujar Khairul.
Menurutnya, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar di sektor jasa boga dan kesehatan.
Dengan pertumbuhan investasi yang terus meningkat di Makassar, potensi penyerapan tenaga kerja lokal dinilai semakin besar.
Khairul juga menyoroti peran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Makassar dalam memberikan kemudahan perizinan, baik bagi tenaga kerja teknis maupun pelaku usaha mikro.
“Visi Makassar yang inklusif memastikan setiap lapisan masyarakat dapat terlibat dalam rantai pasok gizi. Dengan sistem perizinan yang cepat, kami yakin tenaga kerja lokal bisa terserap secara maksimal dan profesional,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan tenaga kerja lokal akan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem gizi yang berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan kuat.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang tidak hanya menyasar peningkatan kualitas gizi, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.













