Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Wamen Viva Yoga Tinjau SDN 10 Pulubala, Tegaskan Komitmen Kementrans di Kawasan Transmigrasi

Wamen Viva Yoga Tinjau SDN 10 Pulubala, Tegaskan Komitmen Kementrans di Kawasan Transmigrasi
Wamen Viva Yoga Tinjau SDN 10 Pulubala, Tegaskan Komitmen Kementrans di Kawasan Transmigrasi
banner 120x600

Gorontalo || Radarpost.id

Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, melakukan kunjungan ke SDN 10 Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada 8 April 2026. Kunjungan tersebut didampingi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, serta Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh kepala sekolah, para guru, serta puluhan siswa di sekolah yang berada di kawasan pinggir jalan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Wamen Viva Yoga meninjau pembangunan sarana pendukung pendidikan berupa fasilitas toilet yang telah selesai dibangun melalui bantuan Kementerian Transmigrasi (Kementrans). Fasilitas tersebut kini sudah dimanfaatkan oleh siswa dan diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kawasan transmigrasi.

Selain peninjauan, Viva Yoga juga menyerahkan bantuan buku tulis kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa Kementrans memiliki berbagai program pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Kementrans memiliki program pemberdayaan rakyat, seperti peningkatan fasilitas umum, pendidikan, kesehatan, renovasi toilet dan sekolah, hingga pembangunan infrastruktur jalan non-status,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementrans juga turut membangun infrastruktur penunjang sektor pertanian, seperti irigasi, pembuatan tanggul sungai, serta pengembangan jaringan tersier guna mendukung produktivitas masyarakat.

Program-program tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, tidak hanya bagi warga transmigran, tetapi juga masyarakat lokal di sekitar kawasan transmigrasi.

“Tanggung jawab Kementrans sesuai undang-undang adalah untuk mensejahterakan seluruh masyarakat,” tutur mantan anggota Komisi IV DPR RI tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Kementrans juga menjalin kemitraan dengan berbagai kementerian terkait, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian, guna memastikan pembangunan berjalan lebih efektif dan efisien.

Saat ini, Kementrans mengelola 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Pengembangan tiap kawasan disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing. Di Jambi, misalnya, difokuskan pada kelapa sawit, sementara di Sulawesi Tengah pada komoditas kakao.

“Untuk Gorontalo, kami melihat potensi besar pada sektor jagung dan kelapa,” ungkapnya.

Pengembangan potensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat transmigran serta mendorong kesejahteraan yang lebih merata.