Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Polisi Selidiki Dugaan Penyiraman Air Keras di Rawa Buaya Jakarta Barat

Petugas Polsek Cengkareng menelusuri CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras di Rawa Buaya. (Jaenal)
banner 120x600

Jakarta ll Radarpost.id

Kepolisian Sektor (Polsek) Cengkareng menyelidiki dugaan kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang pria di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan kasus kini ditangani oleh Polsek Cengkareng.

“Benar, kejadian tersebut sedang ditangani Polsek Cengkareng. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku,” kata Budi Hermanto di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, polisi telah melakukan serangkaian langkah awal, di antaranya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (26/4) sekitar pukul 17.43 WIB. Korban berinisial KA (25) mengalami luka setelah disiram cairan yang diduga air keras dan langsung mendapatkan penanganan medis di klinik terdekat.

Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula setelah yang bersangkutan selesai bermain futsal di kawasan RPTRA Bojong Rawa Buaya. Saat korban hendak pulang menggunakan sepeda listrik, ia dipepet oleh dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan ke arah korban. Akibatnya, korban terjatuh dan mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh.

Hingga kini polisi masih memburu pelaku dengan mengumpulkan bukti tambahan, mendalami keterangan saksi, serta melakukan analisis rekaman CCTV yang diduga merekam pergerakan para pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan mempercayakan proses penanganan kepada kepolisian,” ujar Budi Hermanto. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.