Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Lapas Cipinang Latih Warga Binaan Kerja Profesional, SOP Ditekankan

Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA. Lapas Cipinang dorong pembinaan kemandirian melalui budaya kerja disiplin. (Istimewa)
banner 120x600

Jakarta ll Radarpost.id

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus menguatkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan dengan menekankan disiplin kerja serta pemahaman Standar Operasional Prosedur (SOP).

Langkah ini dilakukan agar setiap kegiatan kerja di dalam lapas berjalan lebih terarah, optimal, dan menghasilkan produk yang berkualitas.

Kegiatan penguatan disiplin kerja tersebut digelar pada Senin (4/5/2026). Para Warga Binaan yang akan terlibat dalam kegiatan kerja mendapatkan pengarahan terkait tata tertib, tanggung jawab, hingga etos kerja yang harus diterapkan selama menjalani program pembinaan.

Setelah itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai unit kegiatan kerja yang tersedia di Lapas Cipinang, sekaligus dibekali pemahaman menyeluruh mengenai alur kerja dan SOP yang wajib dijalankan.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian tidak hanya soal keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter disiplin.

“Kami ingin memastikan setiap kegiatan kerja berjalan optimal dan terukur. Kunci utamanya adalah disiplin terhadap SOP, karena dari situ terbentuk kebiasaan kerja yang tertib, konsisten, dan profesional. Ini adalah bekal utama bagi Warga Binaan untuk siap kembali ke masyarakat,” tegas Wachid.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga keseimbangan antara produktivitas dan pemenuhan hak Warga Binaan yang bertugas sebagai tenaga pendamping atau tamping.

“Selain memastikan kegiatan kerja berjalan baik, kami juga berkomitmen memperhatikan hak-hak tamping pekerja, termasuk pemberian premi secara proporsional serta peningkatan kontribusi terhadap PNBP. Ini penting agar pembinaan kemandirian tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan nilai manfaat yang nyata,” lanjutnya.

Senada, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Cipinang, Lis Susanti, menekankan pentingnya pemahaman SOP agar kegiatan kerja dapat berjalan berkelanjutan dan memiliki standar jelas.

“Dengan memahami SOP, Warga Binaan dapat bekerja lebih terarah, meminimalisir kesalahan, dan menjaga kualitas hasil produksi. Ini menjadi dasar agar seluruh kegiatan kerja dapat berjalan berkelanjutan dan memiliki standar yang jelas,” ujarnya.

Tak hanya pembekalan teknis, sesi motivasi juga diberikan agar Warga Binaan memahami bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan bagian dari proses perubahan diri.

Pendekatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai tanggung jawab, ketekunan, serta semangat untuk berkembang ketika kembali ke masyarakat.

Salah satu Warga Binaan berinisial RZ mengaku kegiatan tersebut sangat membantunya memahami proses kerja secara lebih utuh.

“Kami jadi tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana menjalankannya dengan benar. Tidak hanya bekerja, tapi juga belajar disiplin dan tanggung jawab,” katanya.

Melalui penguatan SOP, motivasi kerja, serta perhatian terhadap hak tamping, Lapas Cipinang memastikan program pembinaan kemandirian berjalan tidak hanya produktif, tetapi juga berkeadilan.

Langkah ini sekaligus mendukung implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan produksi serta pemasaran hasil karya Warga Binaan melalui koperasi dan UMKM.

Dengan program tersebut, Lapas Cipinang berharap pembinaan kemandirian mampu membentuk Warga Binaan menjadi pribadi yang disiplin, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja, sejalan dengan semangat Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA.