Depok || Radarpost.id
Walikota Depok, Dr. H. Supian Suri turun tangan meninjau langsung kondisi Jembatan Jago yang berada di Kampung Benda, Kecamatan Cipayung Kota Depok pada Minggu, 10 Mei 2026, kemudian dilanjutkan pada Senin (11/5/2026).
Hal ini dilakukan Supian terkait masalah banjir sekaligus tindak lanjut dalam upaya penanganan longsor di sekitar TPA Cipayung.
Di hadapan warga yang sempat berunjuk rasa tersebut, Supian menegaskan, bahwa dirinya tak anti kritik.
Menurutnya, demo yang juga diikuti sejumlah pengurus RT dan RW di kawasan tersebut adalah bagian dari iklim berdemokrasi.
“Saya nggak ngapa-ngapa, kagak marah. Jadi ini menjadi bagian dari forum atau media buat menyampaikan aspirasi, harapan, wajar-wajar saja apa yang bapak sampaikan,” katanya saat berdialog langsung dengan sejumlah warga sekitar.

“Jadi sekali lagi, nggak usah khawatir, saya nggak marah, karena memang saya sempat nengok, cuma baru sampai Pasir Putih saya belum sempat ke-sini,” sambungnya pada Senin, 11 Mei 2026.
“Ayoo sekarang kita selesaikan pake anggaran BTT, ayoo ceoat eksekusi biar tidak tarlalu lama lagi, nanti warga tudak puas sama kita,” tegas Supian kepada para Dinas terkaitnya.
Supian lantas menyampaikan permohonan maafnya atas permasalahan banjir yang dialami warga Kampung Benda.
“Dalam kesempatan baik ini saya mau mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Kampung Benda yang beberapa kali sering merasakan kebanjiran, bahkan dari puluhan tahun, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ucap dia.
Supian mengakui, bahwa persoalan banjir ini telah terjadi sejak lama, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Wali Kota Depok.
“Karena masalah ini bukan baru sekarang, masalah ini udah bertahun-tahun, sehingga, ibu-bapak saya tahu memang air sekarang jadi songong bukan salah dia, salah kita juga, salurannya yang tadinya dalam sekarang jadi cetek,” jelasnya.
Terkait hal itu, ada beberapa solusi yang ditawarkan pemerintah daerah. Salah satunya adalah normalisasi Kali Pesanggerahan yang saat ini tersendat akibat tumpukan sampah TPA Cipayung.
“Jadi, tiap hari di Kota Depok khususnya TPA Cipayung ini dikirim 1.200 ton sampah yang ditumpukin tiap hari dari atas didetim di bawah dia jebol. Pas bagian kalinya tuh ada yang lewat bawah sehingga longsor dari atas,” katanya.
“Kondisi inilah yang menjadi pemicu terjadinya longsor sehingga menyebabkan banjir akibat pendakalan aliran kali,” tambahnya.

Supian mengaku dirinya sudah melakukan proses penanganan di antaranya adalah bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemkab Bogor.
Nantinya, sebanyak 700 ton sampah Depok akan dikirim ke Bogor dan diolah menjadi energi listrik. Cara ini dinilai efektif untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Jadi, pertama saya harus menyelesaikan masalah sampah utamanya dulu, bukan gara-gara juga Pak RW demo nih, besok (hari ini) Senin memang udah diagendakan, saya menandatangani MoU ini,” tegas dia.
“Pokoknya saya tandatangani kesepakatan sama Bogor sama Kementerian Lingkungan Hidup, intinya bahwa sampah di Depok akan dikelola menjadi energi listrik,” sambung dia.
Supian menargetkan, realisasi program ini berjalan secepatnya. Namun demikian, Supian memohon kesabaran warga.
“Insya Allah di awal tahun 2028 mohon doanya proses ini berjalan cepat. Semuanya kan butuh waktu, butuh proses ya, mudah-mudahan mohon doanya awal 2028 sampah kita 700 ton sudah dikirim ke Bogor,” ujar Supian.

Selain akan diolah menjadi energ listrik sampah itu nantinya juga akan menjadi disulap mejadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari pengolahan sampah. RDF juga dapat digunakan sebagai pengganti batu bara di industri, seperti semen.
“Pokoknya yang begitu dah RDF. Pokoknya jadi apa, yang penting sampah itu tidak ditumpukin yang mana akhirnya longsor ke kali,” jelasnya.
Kemudian jangka pendek penanganannya adalah dengan melakukan pengerukan agar Kali Pesanggerahan ini tak lagi dangkal.
“Jangka pendeknya saya barusan udah minta Dinas PU untuk ngeruk kali biar airnya lebar. Besok kalau bener-bener hujan airnya naik ke atas (banjir).” tandasnya.
Supian Suri memastikan bahwa dua alat berat PU sudah turun ke lokasi ini.
“Nah yang ketiga saya juga minta tolong PU tahun ini juga udah diberesin jembatannya, dinaikin ditinggiin. InsyaAllah akhir tahun ini beres jembatan udah tinggi, itu yang menjadi ihtiar kita,” bebernya.

Selanjutnya adalah memperbaiki turap. “Itu mungkin beberapa ihtiar. Pastinya ini juga masih membutuhkan kesabaran kita semua, karena semuanya berproses, kaga bisa simsalabim bisa langsung selesai,” katanya
Supian menegaskan, bahwa dirinya berkomitmen untuk menyelesaikan semua persoalan yang terjadi di kota ini.
“Jadi sekali lagi saya ulang, saya mohon maaf atas kondisi ini. Yang kedua saya terima kasih atas kesabaran keikhlasan bapak dan ibu selama ini dengan kondisi ini,” ucap dia.
“Yang ketiga, sekali lagi Pak RW, Pak RT saya nggak ngapa-ngapa, nggak marah, karena memang apa yang disampaikan memang benar adanya kondisi yang dihadapi warga Kampung Benda,” timpalnya lagi. (**).













